BREAKING NEWS
 

Wujudkan Target Pembangunan 3 Juta Rumah, Perumnas Optimalisasi Aset & Inovasi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 28 November 2024 15:12 WIB
Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro menegaskan kesiapannya dalam mendukung target pembangunan tiga juta rumah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Perumnas akan mengandalkan aset strategis yang tersebar di berbagai wilayah untuk merealisasikan target pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro menegaskan kesiapannya dalam mendukung target tersebut.

"Sebagai developer-nya Pemerintah, ya harus siap. Kita punya aset banyak, kita bisa berdayakan di mana itu memang didukung Perumnas, ya kita bisa bangun," ujar Budi, di sela-sela mendampingi tinjauan Menteri BUMN Erick Thohir, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (27/11/2024) sore.

Budi menyampaikan, pembangunan rumah tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa, seperti Kota Bekala, Medan, yang memiliki lahan seluas 800 hektare (Ha).

Baca juga : 5.408 TPS Di Jakarta Harus Diawasi Ketat

Saat ini, 241 hektare lahan di kawasan tersebut telah dikelolanya. Begitu juga, proyek lainnya juga tengah dipersiapkan di Talang Keramat, Palembang, dengan luas 100 hektare. Serta, di Bontoa di Sulawesi Selatan dengan luas sekitar 90 hektare.

Menurut Budi, Perumnas terus mengupayakan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa mengorbankan kinerja bisnis perusahaan.

"Portofolionya yang kita atur, mana yang jadi kewajiban Perumnas mendukung Pemerintah, mana yang dijadikan Perumnas sebagai faktor pendorong pertumbuhan perusahaan," ucapnya.

Adsense

Saat ini, pihaknya mengalokasikan 50 persen proyeknya untuk segmen komersial dan 50 persen untuk rumah subsidi MBR. Meskipun dalam aturan, kata dia, hanya mengharuskan 20 persen untuk subsidi.

Baca juga : Jadi Amanah Prabowo, REI Yakin Program 3 Juta Rumah Terealisasi

Selain itu, Perumnas juga mengembangkan proyek hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi atau Transit-Oriented Development (TOD) di wilayah perkotaan. Seperti, proyek Mahata Samesta yang sedang berjalan mencakup Margonda, Depok sebanyak 940 unit, Tanjung Barat, Jakarta Selatan sebanyak 1.200 unit dan Rawabuntu, Tangerang Selatan, sebanyak 1.400 unit.

"Proyek Rawabuntu, harapannya tower satu selesai akhir Desember ini, sekitar 600 sampai 700 unit dari total tiga tower," ujar Budi.

Budi mengakui, pihaknya menghadapi tantangan besar, terutama pada pengembangan hunian vertikal subsidi yang memerlukan modal besar.

Mengingat, Perumnas menawarkan rumah subsidi dengan harga kompetitif, mulai dari Rp 148 juta hingga Rp 180 juta untuk rumah tapak, tergantung wilayah. Lalu, untuk apartemen subsidi, harga menyesuaikan zona masing-masing.

Baca juga : Wujudkan Asta Cita, Perkebunan Nusantara Kolaborasi Bareng Rumah Sawit Indonesia

"Tantangannya untuk developer adalah arus kas, karena itu jadi padat modal. Selama pembangunan, tidak ada pemasukan uang sampai serah terima proyek selesai," ungkapnya.

Meski demikian, Budi optimistis Perumnas dapat mencapai target konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar hingga 2025, dengan pembagian pendapatan 50 persen dari rumah tapak dan 50 persen dari hunian vertikal.

"Semoga Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk meringankan beban finansial tersebut," pungkas Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense