Dark/Light Mode

Dukung Proyek 3 Juta Rumah, Erick All Out

Sabtu, 16 November 2024 08:21 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Antara)
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program pembangunan tiga juta rumah yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Erick memastikan kementeriannya all-out mendukung program tersebut. 

Erick mengaku sudah bertemu dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) untuk membahas penyediaan lahan. Kepada Ara, Erick mengungkapkan, lahan-lahan milik perusahaan negara bisa dimanfaatkan untuk program pembangunan 3 juta rumah per tahun. 

"Kami mapping dulu di mana lahan-lahan BUMN yang bisa mendukung percepatan perumahan," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Erick menyebut, sat set Pemerintah merealisasikan program tiga juta rumah bukan cuma membidik lahan perusahaan negara. Pemerintah juga memetakan lahan yang bisa dimanfaatkan seperti tanah sitaan dari kasus korupsi.

Baca juga : Kejagung Siapkan 2 Hektar

"Beliau (Menteri PKP) mendorong mendapatkan tanah-tanah dari hasil korupsi, atau tanah-tanah sitaan, atau tanah-tanah yang belum terbangun. Nah sama, kita menawarkan ke Pak Ara, beberapa aset BUMN sendiri, memang nanti bekerja sama dengan Perumnas tentunya, ini bisa kita maksimalkan juga," paparnya.

Selain dengan Kementerian PKP, Erick juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penyediaan hunian dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD). Pembangunan hunian TOD itu di antaranya dengan memanfaatkan lahan-lahan di dekat stasiun kereta api milik PT KAI (Persero). 

Apa akan ada regulasi baru apabila aset BUMN dimanfaatkan untuk bangun jutaan rumah? Menurut Erick, tidak perlu aturan baru atau perubahan aturan. Yang penting, ditegaskan Erick, kerja sama harus didasari pada skema business-to-business (B2B). 

Selain itu, dia mengusulkan, agar tenor cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) diperpanjang hingga 30 tahun, dari yang saat ini 15 tahun. Hal ini bertujuan agar harga rumah bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Baca juga : Menteri Ara Rayu REI Plus Bantu Program 3 Juta Rumah Rakyat

Erick bilang, tenor KPR menjadi 30 tahun diperlukan agar daya beli masyarakat terhadap hunian tetap terjaga. Selain itu, hal ini juga dapat mendukung pertumbuhan makro ekonomi nasional. "Nanti ekonominya akan berkembang, memang tentu harga rumahnya harus jauh lebih murah,” papar mantan Presiden Inter Milan itu. 

Sebelumnya, Erick juga telah menugaskan tiga perusahaan plat merah untuk mendorong pembangunan tiga juta rumah. Ketiga BUMN yang mendapat titah dari Erick, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan Perum Perumnas.

“Kementerian BUMN bersama Kementerian Perumahan Rakyat hadir untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Kementerian BUMN melalui BUMN berkomitmen menghadirkan perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan,” demikian isi keterangan Kementerian BUMN, Senin (11/11/2024).

Dalam skema penugasannya, PT Semen Indonesia diwajibkan menyediakan bahan baku semen melalui metode pengadaan dan distribusi. Lalu, Bank BTN memberikan skema pembiayaan khusus untuk memudahkan masyarakat mendapatkan hunian.

Baca juga : Erick Petakan Aset BUMN

Sedangkan, Perumnas akan menggandeng PT KAI (Persero) untuk mengoptimalkan lahan-lahan untuk membangun model hunian terintegrasi. Saat ini, Perumnas dan KAI tengah membidik pembangunan hunian berkonsep TOD di delapan lokasi. Soal kawasannya belum dirinci lebih jauh. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.