Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Pembangunan 3 Juta Rumah
Kejagung Siapkan 2 Hektar
Minggu, 10 November 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengaku punya tiga jurus jitu untuk mempercepat pembangunan 3 juta rumah rakyat, program Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Jurus pertama, berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja untuk penyediaan lahan gratis atau murah, pembiayaan kreatif dan alternatif, efisiensi, insentif pajak dari Kementerian Keuangan, serta mendorong kemudahan perizinan dan pajak dari pemerintah daerah.
“Konsep kami sederhana dalam melaksanakan tugas dari Presiden Prabowo, yakni gotong royong,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (9/11/2024).
Ara menjelaskan, salah satu hal mendasar untuk pembangunan rumah rakyat adalah masalah tanah.
Dia mengaku telah bertemu Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk meminta aset sitaan dari kasus korupsi untuk dimanfaatkan.
Merespons permintaan tersebut, Kejaksaan Agung menyediakan 200 hektar di Banten. Para pengusaha sudah berkomitmen untuk siap membangun rumah beserta isinya di atas lahan tersebut.
Baca juga : NasDem Mau Terapkan Gaya Berpolitik Santun
“Saya sebagai Menteri PKP juga sudah menyediakan lahan perusahaan di Tangerang untuk rakyat,” ungkapnya.
Kemudian jurus kedua, kata Ara, efisiensi dalam pembangunan perumahan. Kementerian PKP akan mendorong central purchasing atau pembelian terpusat dalam pembelian bahan material bangunan, sehingga ada efisiensi dalam program 3 juta rumah.
Politisi Partai Gerindra ini mengaku akan mengirim staf Kementerian PKP untuk belajar ke sejumlah perusahaan besar untuk mempelajari efisiensi pembelian bahan material bangunan.
Ara juga meminta dukungan perusahaan semen memberikan harga diskon untuk pembelian material bangunan.
“Diskonnya bukan untuk saya tapi untuk efisiensi sehingga harga rumahnya bisa turun sehingga rakyat bisa membeli rumah dengan harga lebih murah,” pintanya.
Terakhir, jurus ketiga, memberikan insentif pajak untuk rumah rakyat. Menurutnya, ini merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca juga : Kementerian PPPA Wacanakan Batasi Penggunaan Gadget
Contohnya, meminta Pemerintah Daerah untuk menurunkan biaya pajak pembangunan rumah.
Sementara Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menghapuskan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khusus untuk program 3 juta rumah rakyat. Hal itu akan disosialisasikan bersama seluruh Pemda dan para pengembang di daerah.
“Saya akan keluarkan surat edaran dalam waktu paling lama 10 hari agar retribusi PBG dihapus khusus untuk program 3 juta rumah untuk rakyat supaya tidak ada kerancuan,” ungkap Tito.
Kemendagri akan mengundang seluruh Pemda, BTN, perwakilan real estate bahwa program perumahan rakyat ini.
“Kita minta Pemda untuk bangun gerakan kesetiakawanan sosial untuk membantu yang tidak mampu,” tutur mantan Kapolri ini.
Sementara Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid akan meminta pengembang untuk membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos) di proyek perumahan mereka.
Baca juga : Pendukung Banteng Pilih Bobby Nasution
Dia mengancam akan menerapkan denda berupa penyediaan rumah gratis bagi pengembang yang tidak taat.
Nusron mengungkapkan, hingga kini, potensi tanah telantar selama 5 tahun mendatang mencapai 1,3 juta hektare.
Namun, seluruh tanah tak hanya akan dipakai untuk kepentingan pembangunan perumahan.
“Tapi juga untuk urusan transmigrasi, membuka sawah, dan mendukung program fish estate,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya