Sebelumnya
Fajarini mengatakan, kebijakan proteksionis Trump akan diterapkan dalam bentuk pengenaan tarif 10 hingga 20 persen bagi barang-barang impor yang masuk.
Pungutan itu diprediksi dapat mencapai 60 hingga 100 persen untuk China, negara yang digadang-gadang Trump menjadi penyebab neraca perdagangan AS selalu mengalami defisit.
Baca juga : Perumnas Sulap Aset Nganggur Jadi Hunian
“Dengan adanya kebijakan ini akan berdampak bagi Indonesia, baik itu terhadap perdagangan dengan Amerika maupun China. Kedua negara ini merupakan mitra utama perdagangan Indonesia,” kata Fajarini.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan terus berupaya agar perdagangan komoditas ekspor Indonesia tidak mengalami masalah ke AS. Salah satu caranya, meningkatkan daya saing produk, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Baca juga : 47.782 Warga Ibu Kota Terjangkit Penyakit TBC
“Dengan cara meningkatkan daya saing, maka penjualan komoditas ekspor Indonesia tidak akan mengalami kendala. Eksportir akan terus dapat menjual produknya ke pasar AS,” kata Mendag. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 3 Desember 2024 dengan judul "Keliling Dunia Nyeker Selama Enam Tahun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.