Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penularan Masih Kencang
47.782 Warga Ibu Kota Terjangkit Penyakit TBC
Selasa, 3 Desember 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laju penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Jakarta masih kencang. Hingga triwulan III-2024, warga yang mengidap penyakit menyerang saluran pernapasan tersebut, mencapai 47.782 orang.
Untuk membantu menyembuhkan warga yang terinfeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis sekaligus menekan laju penularan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginisiasi program pembentukan Kampung Siaga TBC dan Kampung Bebas Rokok.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, dua program itu merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Dengan mengurangi paparan asap rokok, paparnya, tidak hanya melindungi kesehatan individu, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dwi menyampaikan penerapan Kawasan Dilarang Merokok merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan dan penyakit tidak menular.
Baca juga : Guardiola Jawab Lewat Enam Jari
“Kami mengapresiasi peran serta masyarakat dalam pembentukan Kampung Bebas Rokok pada wilayahnya masing-masing,” kata Dwi di Jakarta, Senin (2/12/2024).
Kampung Tanpa Rokok hadir sebagai upaya mendorong kawasan bebas asap rokok, sehingga menciptakan udara bersih dan sehat bagi semua. Kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan tanpa rokok juga mendukung mereka yang sedang berjuang melawan TBC serta mencegah berbagai penyakit paru lainnya.
Sementara, untuk membentuk Kampung Siaga TBC diperlukan kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat, lintas sektor yang terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC. Adapun aksinya, yakni melakukan deteksi dini, dukungan pengobatan dan memberi edukasi yang berkelanjutan.
“Komitmen ini penting untuk menghentikan penularan TBC di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, kita dapat menciptakan kampung yang sehat, kuat dan bebas TBC,” tegasnya.
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Farah Savira mendukung program Kampung Siaga TBC dan Kampung Bebas Rokok. Diharapkannya, dua program itu jadi ujung tombak penanganan dan pencegahan penyakit TBC.
Baca juga : Lakers Taklukkan Jazz
Diungkapkan Farah, pada Triwulan III-2024, terdapat 47.782 kasus TBC di Jakarta.
“Edukasi, sosialisasi, pencegahan dini, dan pendeteksian TBC harus dioptimalkan di Kampung Siaga TBC,” pinta Farah dalam keterangannya.
Politisi Partai Golkar ini berharap, dengan adanya Kampung Siaga TBC dapat meningkatkan pemahaman dan mengurangi stigma negatif terhadap penderita TBC.
Tidak hanya melalui Kampung Siaga TBC, Farah mengimbau seluruh pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) turun tangan mengedukasi warga terkait gejala, pencegahan, hingga cara penanganan penyakit TBC.
“Puskesmas harus bekerja sama dengan lurah setempat untuk bisa mengedukasi warga tentang penyakit TBC dan melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya.
Baca juga : 1 Orang Ditetapkan Tersangka, 8 Dicekal
Ke depan, Farah berharap Dinkes juga menggandeng Rumah Sakit (RS) swasta untuk membantu melakukan pengecekan ataupun pemeriksaan awal kepada warga Jakarta yang mengalami gejala awal TBC.
Adapun gejala awal TBC, yakni batuk terus menerus lebih dari dua minggu tanpa penyebab yang jelas. Kemudian, kehilangan nafsu makan, demam yang tak kunjung turun, berkeringat secara berlebihan pada malam hari, nyeri dada hingga kesulitan bernafas dan terjadi pembengkakan kelenjar limfa terutama di leher ataupun ketiak.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 3 Desember 2024 dengan judul Penularan Masih Kencang, 47.782 Warga Ibu Kota Terjangkit Penyakit TBC
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya