RM.id Rakyat Merdeka - Penumpang pesawat terbang terus mengalami peningkatan pasca pandemi Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan menambah 20 armada tahun depan.
Untuk mewujudkan target itu, Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) melakukan penjajakan pembelian dengan Boeing, produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS).
Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, penambahan armada sangat dibutuhkan Garuda, demi bisa mengakomodir perjalanan masyarakat dengan pesawat terbang. Terlebih, saat ini demand masyarakat untuk naik pesawat pun terus bertambah.
Arya mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, jumlah pesawat Garuda dan Citilink dua kali lipat dari sekarang.
“Jadi wajar kalau BUMN mencari celah untuk menambah pesawat. Apalagi, Garuda kan sempat mengalami keadaan tidak baik. Dan sekarang mulai pulih,” ujar Arya dalam acara konferensi pers, di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Baca juga : Waduh, Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati
Saat ini upaya penjajakan dengan sejumlah produsen pesawat pun terus dilakukan.
“Kami masih nunggu proposal dari Garuda. Pembicaraan sudah pasti dilakukan, seperti dengan Boeing,” kata Arya.
Ia menerangkan, Kementerian BUMN merupakan kementerian yang bersifat korporasi, bukan kementerian pengambil kebijakan. Karenanya, dukungan yang diberikan pun hanya sebatas dalam bentuk dorongan kepada perusahaan pelat merah. Seperti melakukan pertemuan dengan para produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) itu, pada Kamis (5/12/2024).
Arya menjelaskan, banyak maskapai di luar negeri yang tengah berupaya menambah armadanya.
“Karena itu cari pesawat susah. Kita tahu, hanya ada dua produsen pesawat di dunia, salah satunya Boeing. Jadi, kita tunggu tahun depan (progress-nya),” kata Arya.
Baca juga : Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan menjelaskan, pihaknya membutuhkan kerja sama, komunikasi dan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait dalam hal pengadaan pesawat ini.
“Target kami, pada 2025 akan menambah 15 sampai 20 pesawat lagi,” ungkap Wamildan.
Bahkan, untuk mendukung masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 (Nataru), perseroan telah menyiapkan dua armada baru.
“Lalu, Januari 2025 juga ada tambahan 2 armada lagi untuk memenuhi kebutuhan Nataru. Itu semua di luar rencana tambahan 15 sampai 20 armada pada 2025,” bebernya.
Terkait Nataru, pihaknya akan beroperasi di 49 rute domestik dan 19 rute internasional.
Baca juga : Everton Vs Liverpool, Pertarungan Emosi Derby Merseyside
Sedangkan Citilink, sebagai anak usaha Garuda Indonesia, akan beroperasi di 73 rute domestik dan 5 rute internasional.
“Saat ini jumlah armada kami sangat mencukupi. Tapi kami juga menyiapkan pesawat standby, selain yang beroperasi secara regular,” jelas Wamildan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.