Sebelumnya
Ia menjelaskan, total armada yang disiapkan Garuda Indonesia selama Nataru tahun ini sebanyak 58 pesawat, terdiri dari 39 Boeing 737 NG, 12 Airbus 330 dan 7 Boeing 777.
Sementara Citilink menyiapkan 35 armada, terdiri dari 32 Airbus 320 dan 3 pesawat ATR.
“Untuk pertumbuhan penumpang tahun 2024, terdapat peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan tahun 2023,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, walau ada peningkatan signifikan, namun bila bandingkan dengan masa sebelum pandemi, maka jumlah pesawat itu masih di angka 66 persen.
Adapun puncak arus libur di masa Nataru ini, diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2024 dan 5 Januari 2025.
Baca juga : Waduh, Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati
Sementara Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney Maya Watono menegaskan, dengan keputusan Pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen pada saat Nataru, maka akan ada multiplier effect yang dirasakan masyarakat.
Maya mengakui, akibat penurunan harga tiket, pasti akan ada cost yang dibutuhkan. Tapi dia menegaskan, dalah economic impact-nya.
“Multiplier effect dari kegiatan ini (penurunan harga tiket), bisa 10 sampai 12 kali lipat, karena akan ada peningkatan trafik di berbagai destinasi. Apalagi operasional bandara sampai 24 jam,” beber Maya.
Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku, telah menawarkan kerja sama dalam bentuk negosiasi langsung antara leasing company Boeing dengan maskapai-maskapai nasional.
Seperti Garuda Indonesia beserta anak perusahaan, yaitu PT Citilink Indonesia, hingga perusahaan aviasi milik PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pelita Air Service (PAS).
Baca juga : Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember
Untuk itu, pihaknya terbuka bila Boeing bersedia menambah armada pesawatnya di Indonesia.
Begitu juga perusahaan lainnya seperti Airbus, atau Comac milik China, hingga pesawat dari Rusia.
Ia menyampaikan, Indonesia pasca Covid-19, Indonesia hanya memiliki 390 pesawat.
“Sebagai mandatori, kita mesti punya 700 pesawat. Mau tidak mau harus kerja sama,” katanya.
Sebab, isu jumlah pesawat yang tidak memadai ini, dikhawatirkan berimbas negatif bagi penerbangan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga : Everton Vs Liverpool, Pertarungan Emosi Derby Merseyside
Meski demikian, pihaknya juga perlu menyesuaikan pengadaan jumlah pesawat dengan roadmap masing-masing maskapai BUMN. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 7 Desember 2024 dengan judul "Jajaki Kerja Sama Dengan Boeing Garuda Patok 2025 Tambah 20 Pesawat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.