BREAKING NEWS
 

Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Hilirisasi Menuju Kedaulatan Energi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 13 Desember 2024 07:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Hilirisasi menjadi program utama Pemerintah yang terus dijalankan karena terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kedaulatan energi Indonesia. Program ini dipandang sebagai kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hilirisasi adalah faktor utama mendorong pertumbuhan ekonomi Indone­sia hingga 8 persen per tahun, sesuai visi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak mungkin pertumbuhan ekonomi kita meningkat tanpa adanya trigger, yakni investasi. Terutama dalam hilirisasi,” kata Bahlil dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Menurut Bahlil, sektor energi Indonesia menghadapi tantangan besar. Terutama dalam hal produksi minyak nasional yang saat ini hanya mencapai 600 ribu barel per hari, jauh di bawah ke­butuhan nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari.

“Kita mengimpor satu juta barel per hari, yang mengganggu neraca perdagangan, devisa dan neraca pembayaran kita,” ujar Bahlil.

Baca juga : Transjakarta Ngebet Kerek Tarif Penumpang

Di sektor mineral dan batu­bara, dia menekankan penting­nya koordinasi antara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Bahlil juga mengapresiasi peta jalan hilirisasi 28 komodi­tas yang telah disusun oleh Kementerian Investasi sebagai langkah strategis mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

Terkait transisi energi, Bahlil menjelaskan bahwa Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan energi baru ter­barukan untuk menggantikan energi fosil.

Adsense

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah program konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik, yang diharapkan dapat me­nekan konsumsi bahan bakar minyak.

“Jumlah kendaraan roda dua di Indonesia mencapai 120 juta unit. Bayangkan berapa banyak minyak yang kita pakai hanya untuk motor. Ini yang akan kita konversi,” tegas Bahlil.

Baca juga : Megatron-Bukilic Menggila

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdul­lah mengatakan, hilirisasi dapat memaksimalkan nilai tambah komoditas nasional.

Namun, Piter menyoroti be­berapa tantangan, seperti mem­bangun industri hilirisasi yang membutuhkan modal besar dan penguasaan teknologi.

“Selain itu, sumber daya ma­nusia di Indonesia mayoritas belum terampil. Indonesia juga harus menghadapi tekanan dari negara-negara yang tidak senang dengan kebijakan hilirisasi,” kata Piter kepada Rakyat Merde­ka, Kamis (12/12/2024).

Piter mengatakan, pengem­bangan sektor hilirisasi tidak hanya fokus pada mineral dan batubara. Tetapi juga harus dilakukan di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

“Dukungan infrastruktur dan kebijakan Pemerintah sangat penting untuk mengembang­kan sektor-sektor tersebut,” katanya.

Baca juga : Presiden Yoon Koar-koar Mau Lawan Hingga Akhir

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menekankan pentingnya mem­pertimbangkan pangsa pasar dan keberlanjutan lingkungan dalam kebijakan hilirisasi.

Menurut Nailul, Indonesia telah memiliki riset terkait ko­moditas yang siap untuk hilirisasi. Dengan perencanaan yang tepat dan eksekusi yang efektif, program hilirisasi dapat membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 13 Desember 2024 dengan judul "Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Hilirisasi Menuju Kedaulatan Energi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense