Dark/Light Mode

Diumumkan Sri Mul Dengan Suara Bindeng

APBN Defisit 401 Triliun

Kamis, 12 Desember 2024 08:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/12/2024). (Foto: Instagram/Foto profil smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/12/2024). (Foto: Instagram/Foto profil smindrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan, Sri Mulyani memaparkan kondisi keuangan negara hingga akhir November 2024. Kata Sri Mul, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp 401 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Sri Mul pada konferensi pers APBN KiTA yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/12/2024),

Dalam kesempatan itu, Sri Mul didampingi tiga Wakil Menteri Keuangan; Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu. Jajaran pejabat di Kementerian Keuangan juga duduk rapi di belakang Sri Mul. Semuanya kompak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru.

Baca juga : Kapolri Komitmen Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Sebelum menjelaskan berbagai aspek kinerja APBN, Sri Mul lebih dulu menyapa awak media yang hadir. Saat itu, suaranya terdengar sengau. Sri Mul mengaku baru saja terkena flu. Karena itu suaranya terdengar bindeng.

“Semoga teman-teman media juga sehat. Meskipun ini banyak hujan, jadi pasti ada yang kena flu. Saya kena juga,” kata Sri Mul, sambil tersenyum.

Sebelum memulai pemaparan materi, Sri Mul juga merasa perlu memberikan klarifikasi terkait sikapnya yang lebih banyak diam dalam sebulan terakhir. Ia mengakui, sejak kembali dilantik sebagai Menteri Keuangan, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Kata dia, sikap tersebut bukan karena alasan tertentu, melainkan karena banyak yang harus diurus.

Baca juga : Pemerintahan Prabowo Sudah On The Track...

“Saya tidak sedang apa-apa, tapi karena memang sedang sibuk saja. Kami sedang sibuk dan fokus ke hal-hal yang sangat-sangat substansial,” ujar Sri Mul.

Menurut dia, pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto yang banyak melakukan pemisahan kementerian/lembaga (K/L) membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, dia juga sibuk dengan APBN 2025.

Sehari sebelumnya, Sri Mul telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 kepada K/L dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025. Ini adalah momen dimulainya APBN 2025.

Baca juga : DPR Colek Kemenkeu

“Bisa dibayangkan karena adanya perubahan K/L, dalam dua minggu terakhir kami harus melakukan realokasi anggaran K/L baru,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.