BREAKING NEWS
 

PLN EPI Tanam 200.000 Bibit Gamal untuk Cofiring PLTU Pulang Pisau

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 14 Desember 2024 14:54 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Group melakukan kolaborasi di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan menanam tanaman energi multifungsi di dua desa.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, yang mencakup lahan seluas 20 hektare, serta di Desa Rawa Subur, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, dengan lahan seluas 80 hektare pada Kamis (12/12).

Program ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN Holding, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PT PLN Nusantara Power (PLN NP), Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, serta LPPM Universitas Palangkaraya.

Total lahan yang dikelola seluas 100 hektare dengan penanaman tanaman Gamal (Gliricidia sepium), yang melibatkan 160.000 bibit di Rawa Subur dan 40.000 bibit di Buntoi.

Baca juga : Pakar Polimer ITB Sayangkan Isu BPA Dipakai untuk Persaingan Usaha

"Kolaborasi ini melibatkan delapan kelompok tani di Desa Rawa Subur dan tiga kelompok tani di Desa Buntoi," ujar Direktur Utama PT PLN EPI, Iwan Agung Firstantara dalam keterangan tertulis perusahaan, Sabtu, (14/12/2024).

Iwan mengapresiasi program TJSL PLN di Kalimantan Tengah, yang diharapkan memberikan dampak positif bagi banyak pihak.

"Program ini mendukung pemanfaatan lahan tidak produktif, menyediakan pakan ternak berkualitas, pelestarian lingkungan untuk mendukung Net Zero Emission (NZE) 2060, serta menyediakan bahan baku biomassa untuk cofiring PLTU," tambah Iwan.

Adsense

General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Tengah, Ahmad Syauki, mengatakan bahwa kegiatan ini juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Baca juga : PLN EPI Pastikan Kecukupan Biomassa Untuk Co-Firing PLTU

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalteng, khususnya Pemkab Kapuas, serta LPPM Universitas Palangkaraya yang telah berkontribusi dalam mensukseskan program ini," kata Syauki.

Sekretaris Daerah Kapuas, Septedy, mendukung penuh pengembangan ekosistem biomassa untuk cofiring PLTU Pulang Pisau.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Kami telah meminta Dinas PMD dan Dinas Pertanian untuk memperluas penanaman pohon Gamal di daerah ini. PLN EPI siap membeli seluruh hasil yang dihasilkan, memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka," ujar Septedy.

Baca juga : PLN EPI Manfaatkan Limbah Serbuk Gergaji Untuk Co-Firing PLTU Bengkayang

Kepala BUMDes Rawa Subur, Surian, juga menyampaikan dukungannya.

"Penanaman Gamal ini akan membuka peluang kerja dan ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian lingkungan," ujarnya.

Sebelumnya, PLN EPI telah melaksanakan program serupa di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta; Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah; dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

PLN EPI juga telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Daerah di berbagai wilayah Indonesia untuk mengembangkan ekosistem biomassa berbasis pertanian terpadu dan ekonomi kerakyatan, antara lain dengan Pemprov Banten, Pemkab Probolinggo, Konawe, Konawe Selatan, Pulang Pisau, dan Pemkab Kapuas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense