RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memberikan target ambisius peningkatan kontribusi koperasi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 10-20 persen di masa mendatang.Saat ini, kontribusi koperasi terhadap PDB baru mencapai 1,17 persen.
“Yang saya lihat dari berbagai negara, kontribusi koperasinya besar sekali dalam perekonomian negara. Sementara kita baru 1,17 persen dari PDB,” katanya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Induk KUD Indonesia Ke-XLIV (44) Tahun Buku 2023 bertajuk ’Solid, Bersatu, Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045,’ di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Untuk mencapai itu, Budi Arie siap membuat landscape dan melakukan simulasi. Termasuk melihat struktur sosial, politik, ekonomi dalam negeri agar lebih berkeadilan.
“Ya nanti tunggu aja (mencapai 10-20 persen). Ini kan semua harus ada kebijakan dalam Pemerintah. Salah satunya melalui kooperasi, karena di beberapa negara yang besar kontribusinya dari koperasi, mereka banyak kuat dari sektor pertanian rata-rata hingga 30 persen,” tuturnya.
Tak hanya itu, Budi Arie juga memperbesar koperasi yang ada saat ini menuju super induk koperasi melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga : Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Di Berbagai Sektor Dukung Swasembada Pangan
“Karena koperasi ini harus menjadi gairah baru bagi masyarakat, dan menjadi pilihan bagi negara dan bangsa ini, untuk meletakkan koperasi sebagai aktor utama dalam perekonomian nasional selain swasta dan BUMN," ujar Budi Arie.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini, memiliki visi besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi rakyat, dan mewujudkan kedaulatan pangan membutuhkan sinergi dari berbagai elemen. Termasuk peran strategis induk Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai penggerak utama ekonomi berbasis desa, Induk KUD memiliki potensi besar dalam membantu Pemerintah mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut.
“Swasembada pangan yang ditopang dari sektor pertanian menjadi fokus utama. Di mana koperasi juga harus diberi ruang, mengambil peran dalam arus utama tersebut,” tutur Budi Arie.
Termasuk keikutsertaan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi sebagai supply chain penyediaan kebutuhan MBG yang mayoritas didukung dari bahan pangan di sektor pertanian.
“Kami sudah punya daftar ratusan koperasi yang siap dalam program MBG ini. Mulai dari koperasi susu, koperasi petani sayur, koperasi peternak telur dan lainnya. Saat ini terus dihitung dan disimulasi, diharapkan menemukan titik temu dan siap berkolaborasi,” ungkap Budi Arie.
Baca juga : Waka BRIN Jadi Pembicara Kunci Konferensi Internasional Terumbu Karang Di Manado
Budi Arie juga membuka RAT Koperasi Produsen Induk KUD (InKud) Indonesia Ke-XLIV (44) Tahun Buku 2023.
Ia menekankan, bagaimana koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional.
“Negara memberikan ruang partisipasi yang cukup besar bagi koperasi-koperasi, khususnya koperasi unit desa. Tidak ada pilihan lain, koperasi harus bisa menjadi penopang ekonomi nasional,” ujarnya.
Budi Arie menegaskan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang lebih signifikan. Baik dalam aspek pengelolaan koperasi, penguatan peran koperasi dalam perekonomian, serta peningkatan daya saing koperasi di pasar global.
Kemenkop bertekad untuk mewujudkan koperasi yang semakin produktif, inovatif, dan mampu menciptakan nilai lebih bagi anggotanya, serta meningkatkan kontribusi koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Baca juga : Kader Ungkap Kriteria Calon Ketum PPP Harus Tokoh Nasional
“Kami mohon dukungan dari semua pihak, kita semua harus berusaha agar koperasi tidak hanya menjadi alternatif ekonomi, tetapi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Inkud Koperasi Portasius Nggedi menyampaikan, sejak era reformasi 1998 ekonomi Indonesia mengalami dinamika politik, sosial dan ekonomi yang turut memberikan dampak bagi koperasi, sehingga mengalami keterpurukan.
“Kami bersyukur, terpilihnya Presiden Prabowo menjadi angin segar dan menjadi titik penting koperasi dan Inkud khususnya. Delapan Asta Cita menjadi misi luhur yang mendukung koperasi berdaulat, adil dan makmur,” katanya.
Salah satunya dengan program MBG, Portasius mendukung penyediaan makan bergizi secara berkelanjutan. Koperasi memastikan subsidi pupuk sampai ke petani tepat waktu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.