BREAKING NEWS
 

Pertamina Hulu Energi ONWJ Pasang 12 Modul Panel Surya Bantu UMKM Gapoktan Di Kawasan Pesisir

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 18 Desember 2024 20:41 WIB
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), telah memasang 12 modul panel surya di rumah produksi UMKM Gapoktan Pantai Barokah di Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero), melalui Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), telah memasang 12 modul panel surya di rumah produksi dan kemasan UMKM Gapoktan Pantai Barokah di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R Ery Ridwan menjelaskan, program ini merupakan bentuk kontribusi Perusahaan dalam mendukung kemandirian energi masyarakat pesisir.

“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Ery, Rabu (18/12/2024).

Penggunaan energi surya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, peningkatan produktivitas dan pendapatan UMKM, juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB), yang digagas Pertamina untuk mendorong kemandirian energi di kelompok binaan Pertamina,” ucap Ery.

Baca juga : Balai KSDA DKI Gandeng Pertamina Hulu Energi ONWJ Konservasi Penyu Sisik

Gapoktan Pantai Barokah adalah kelompok binaan PHE ONWJ dalam program Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir).

Ery menjelaskan, panel surya berkapasitas 6,6 kWp (kilowatt peak) ini menggunakan sistem off-grid, yang memungkinkan listrik dari energi matahari, disimpan langsung di baterai lithium berkapasitas 5 kWp tanpa terhubung ke jaringan listrik umum.

“Sistem ini dirancang agar dapat beroperasi secara mandiri,” katanya.

Adsense

Panel surya menyerap energi matahari di siang hari, kemudian mengubah energi tersebut menjadi listrik yang disalurkan untuk dua kebutuhan.

Pertama, mengisi baterai untuk cadangan energi, dan kedua, langsung digunakan sebagai sumber energi rumah produksi. Ketika baterai penuh, proses pengisian daya otomatis berhenti.

Baca juga : Keberadaan Agama Baha`i Di Indonesia

Cadangan daya dari baterai digunakan pada saat sinar matahari tidak diperoleh, misalnya di malam hari atau saat cuaca mendung.

“Listrik yang dihasilkan panel surya ini diharapkan dapat mendukung operasional tujuh alat produksi dan pengemasan milik 25 anggota kelompok UMKM Gapoktan Pantai Barokah,” ujar Ery.

Sebelum realisasi program Desa Energi Berdikari, biaya listrik rumah produksi dan kemasan Gapoktan mencapai Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan.

Pasca instalasi, biaya tersebut diharapkan dapat dihilangkan sepenuhnya, sehingga UMKM dapat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain yang lebih produktif.

“Kini, ibu-ibu istri nelayan anggota UMKM Gapoktan Pantai Barokah tak lagi perlu khawatir dengan biaya listrik bulanan untuk produksi produk-produk UMKM mereka,” ucap Ery.

Baca juga : Kapal AHTS Harrier Milik Pertamina Hulu Energi OSES Selamatkan Nelayan Di Kawasan Perairan Lampung Timur

Sementara itu, Ketua UMKM Gapoktan Pantai Barokah Iin Inani mengungkapkan rasa syukur atas bantuan ini.

Menurut Iin, kini pelaku UMKM tidak lagi khawatir kekurangan pasokan listrik sehingga mengganggu produksi.

“Adanya panel surya, kami tidak hanya dapat menghemat biaya operasional, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha,” pungkas Iin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense