RM.id Rakyat Merdeka - LPT Pacific Blue Marlin resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Zhuhai Hongwan Fisheries Co., Ltd. dan Zhuhai Gree Group Co., Ltd. untuk mengelola perikanan dan membangun kawasan industri perikanan komprehensif di Indonesia Timur.
Penandatanganan MoU ini berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.
Dubes Djauhari menyambut, baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya implementasi segera untuk mengembangkan sektor perikanan Indonesia. “Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan industri perikanan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Baca juga : Indonesia-Australia Perkuat Hubungan Kerja Sama
Kerja sama ini mencakup investasi senilai 460 juta dolar AS yang akan digunakan untuk pembangunan kawasan pengolahan ikan, penyediaan fasilitas cold storage, pengadaan kapal dan peralatan, pembuatan platform perdagangan, serta pelatihan bagi kru dan teknisi perkapalan.
Zhuhai Hongwan Fisheries Co., Ltd., yang merupakan gabungan empat perusahaan perikanan besar dari Provinsi Guangdong, akan memimpin proyek ini. Perusahaan ini sebelumnya telah mengelola Zhuhai Hongwan Central Fishing Port dengan kapasitas bongkar muat hingga 80.000 ton per tahun. Pendanaan proyek ini didukung oleh Zhuhai Gree Group Co., Ltd., badan usaha milik pemerintah daerah Zhuhai.
Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Rosan Roeslani, turut mendukung rencana ini setelah mendengar paparan ketiga perusahaan selama kunjungannya ke Beijing. Ia menyoroti peran penting perikanan dalam ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Dubes Iwan Bogananta Dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Kembangkan Industri Kreatif
“Perikanan adalah elemen strategis dalam upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia, terutama melalui kolaborasi internasional seperti ini,” kata Menteri Rosan.
PT Pacific Blue Marlin, yang bergerak di bidang pengolahan ikan dan ekspor produk laut, telah memiliki fasilitas di Bitung, Biak, dan Sorong. Dengan kolaborasi ini, perusahaan akan memperluas kapasitasnya untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia.
Investasi dari China diharapkan dapat memperkuat posisi produk perikanan Indonesia di rantai pasok kawasan. Berdasarkan data General Administration of Customs of China (GACC) tahun 2023, produk perikanan adalah komoditas ekspor terbesar ke-11 Indonesia ke China, dengan nilai mencapai 855 juta dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.