RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perlindunga Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengundang 197 Direktur Utama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam Kegiatan Pembinaan Perlindungan Pekrja Migran Indonesia, di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Dalam pertemuan ini, Direktur Utama PT Hosana Jasa Persada, Anggi Muhammad Nur, bertanya mengenai kepastian terkait Pilot Project Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) yang sempet mejadi sistem percontohan dalam penempatan Pekerja Migran Inonesia di Negara Saudi Arabia.
Baca juga : Jelang Libur Nataru, Pertamina Patra Niaga JBB Tingkatkan Keahlian Operator SPBU
"Izin Bapak dan Ibu, saya mewakili teman-teman P3MI ingin menanyakan kepastian Pilot Project yang hingga saat ini belum ada kepastiannya," ucap Anggi, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (31/12/2024).
Pengusaha Muda yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (Perpemindo) ini menjelaskan, SPSK berjalan pada Juli 2023 hingga Januari 2024. Kemudian, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan evaluasi terkait proses penempatan pekerja migran Indonesia yang dilakukan selama 6 bulan tersebut (Juli 2023-Januari 2024).
Baca juga : Kurangi Seremoni HUT, Prabowo Minta Kepolisian Hemat Anggaran
"Hingga saat ini, evaluasi yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan pada waktu itu belum ada kepastian," jelasnya.
Dia berharap, BP2MI yang telah bertransformasi menjadi KP2MI dapat memberikan kepastian atau solusi terkait SPSK. Agar iklim berusaha dapat berjalan sehingga dapat mengurangi penempatan secara non-prosedural yang dilakukan oleh oknum-oknum.
Baca juga : Perprindo Sampaikan Aspirasi untuk Kemajuan Perindustrian
"Makin lama evaluasi, penempatan non prosuderal semakin marak. Tentunya, penempatan secara non prosedural dapat merugikan PMI itu sendiri baik dalam penempatan dan perlindungannya," tegas Wakil Bendahara Umum Pepermindo ini.
Untuk itu, pihaknya sangat berharap ada kepastian dari KP2MI terkait Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK). "Apakah KP2MI akan melanjutkan sistem tersebut atau KP2MI akan menjalankan dengan skema yang baru, kami P3MI siap dan mendukung kebijakan yang akan diambil KP2MI," tutup Anggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.