Sebelumnya
Selain itu, Sri Mul memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 kurang lebih 5 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan asumsi makro dalam APBN 2024 yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.
“Kita semua tahu APBN didesain dan dirancang dengan asumsi growth di 2024 adalah 5,2 persen. Kami memperkirakan outlook-nya akan di 5 persen,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, cadangan anggaran pada belanja non-K/L digunakan untuk belanja K/L. Sehingga realisasi belanja non-K/L menjadi di bawah target.
Baca juga : Erick Umumkan Pelatih Baru Timnas 12 Januari
“Karena di dalam belanja non-K/L itu ada cadangan-cadangan. Dan ini adalah mekanisme APBN. Karena APBN itu alat-alat untuk juga berjaga-jaga kalau ada hal-hal yang terjadi untuk melindungi masyarakat dan mengelola perekonomian,” terang Suahazil.
Ia merinci, belanja negara ini digunakan untuk menyalurkan BLT mitigasi risiko pangan kepada 18,8 juta penerima manfaat, bantuan pangan kepada 23,4 juta penerima manfaat, stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP), serta dukungan pemilihan umum (Pemilu) maupun Pilkada.
Belanja negara juga digunakan untuk kenaikan gaji ASN/TNI/Polri, kompensasi subsidi energi, pembayaran Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk 134,1 juta peserta, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PSN, hingga menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
Baca juga : Heru Purnomo: Saya Tidak Yakin, Anak Belajar Di Waktu Libur
“Kita menggunakan belanja negara sebagai shock absorber untuk mengelola perekonomian yang dibayang-bayangi oleh risiko ketidakpastian yang tinggi. Belanja negara juga shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menegaskan, Pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp3,6 triliun di 2024. Penghematan itu berkat memangkas perjalanan dinas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para pejabat.
“Sejauh ini, kita (Kemenkeu) menghemat Rp 3,6 triliun dari perintah yang diberikan sekitar Oktober (2024) setelah beliau (Presiden Prabowo) menjabat presiden,” kata Isa.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Isi Libur Dengan Beragam Program
Di sisi lain, anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani itu menegaskan arahan Prabowo juga kembali diulang pada November 2024. Isa menyebut arahan penghematan anggaran ini bukan hanya untuk perjalanan dinas pejabat.
“Kita ada paket meeting dan sebagainya yang diperintahkan Bapak Presiden (Prabowo) untuk dilakukan penghematan. Hasilnya, kita melakukan penghematan Rp3,6 triliun, perkiraannya,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.