BREAKING NEWS
 

Inovasi NanoTek Tingkatkan Keamanan Operasi Migas di PHE ONWJ

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 17 Januari 2025 21:46 WIB
Inovasi Nanotek diimplementasikan di Central Plant Flow Station, stasiun pengumpul dan pengolahan akhir di lapangan lepas pantai PHE ONWJ

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menciptakan inovasi baru untuk meningkatkan keselamatan operasi hulu migas.

Inovasi ini hadir melalui pengembangan alat bernama NanoTek, yang dirancang untuk mengatasi risiko tinggi dalam proses penggantian aktuator shut down valve (SDV) di Central Plant Flow Station (CP F/S), sekitar 36 kilometer dari pesisir Laut Jawa.

SDV adalah perangkat keamanan penting yang berfungsi menghentikan aliran hidrokarbon secara otomatis saat terjadi kondisi anomali, seperti tekanan melebihi batas operasi.

Baca juga : PLN EPI Diganjar Penghargaan Perusahaan Terpercaya di CGPI Award 2024

Namun, proses penggantian aktuator SDV selama ini berpotensi menimbulkan risiko kebocoran pada jalur tambahan suplai udara yang dipasang untuk menjaga posisi SDV tetap terbuka, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi pekerja dan potensi kerugian hingga Rp 1,4 miliar akibat gangguan produksi.

Untuk mengatasi tantangan ini, tim yang terdiri dari Abdurrachman Jalaluddin (Abe), Nano Supriyatno, dan Priyo Jatmiko dari fungsi Production and Project, mengembangkan NanoTek.

Adsense

Alat ini mampu mempertahankan posisi SDV tetap terbuka meskipun suplai udara bertekanan dihentikan.

Baca juga : Tandatangani MoU, Indonesia Akan Berangkatkan 221 Ribu Jemaah Haji di 2025

Inovasi ini tidak hanya mengurangi risiko kebocoran, tetapi juga meningkatkan keselamatan kerja dengan meminimalkan potensi bahaya tekanan udara tinggi.

"Di Pertamina, kami diajarkan untuk selalu memprediksi kondisi terburuk dan membuat mitigasinya. Dengan NanoTek, kami berhasil menciptakan metode penggantian aktuator yang lebih aman dan efisien tanpa mengganggu produksi migas," ujar Abe.

Pengembangan NanoTek dilakukan melalui berbagai tahap, mulai dari desain, simulasi mekanisme kerja, hingga uji coba di Laboratorium Center Material Processing and Failure Analysis Universitas Indonesia.

Baca juga : Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Manfaatkan Sisa Makanan Bergizi Gratis Jadi Kompos

Setelah diuji secara ketat, alat ini berhasil diimplementasikan pada 13 Desember 2023 di CP F/S PHE ONWJ.

Inovasi ini juga telah dipresentasikan kepada operator hulu migas lainnya, seperti Saka Energi, Harbour Energy, dan Perusahaan Gas Negara (PGN), dengan harapan dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan keselamatan kerja di sektor hulu migas.

PHE ONWJ, sebagai salah satu kontributor utama minyak dan gas nasional, menghasilkan 25.269 barel minyak per hari (BOPD) dan 70,67 juta standar kaki kubik gas bumi (MMSCFD) sepanjang 2024. Inovasi seperti NanoTek menjadi bukti komitmen Pertamina dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense