BREAKING NEWS
 

Perekonomian Indonesia 2025 Tetap Solid Meski Dibayangi Ketidakpastian Global

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 20 Januari 2025 12:56 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Insight Investments Management memandang tahun 2025 sebagai masa penuh tantangan sekaligus peluang bagi perekonomian Indonesia.

Chief Investment Officer PT Insight Investments Management Camar Remoa menegaskan, perekonomian Indonesia akan tetap solid pada 2025 meski tetap dibayangi ketidakpastian global.

“Jika dilihat dari faktor pendorong dan faktor risiko, ada beberapa hal penting untuk diperhatikan ketika melihat outlook ekonomi 2025,” tutur Camar dalam keterangan resminya, Senin (20/1/2025).

Dari sisi faktor pendorong, Camar memperkirakan konsumsi domestik masih akan terjaga seiring dengan beberapa upaya stimulus pemerintah.

Baik melalui stimulus langsung ke masyarakat, seperti kenaikan UMP, maupun program prioritas pemerintahan baru yang mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Kenaikan investasi dalam negeri juga diproyeksikan akan mendapatkan momentum pada tahun 2025.

Baca juga : Menteri Keamanan Israel Ancam Mundur, Jika Netanyahu OK Dengan Kesepakatan Gaza

“Lalu, terdapat juga potensi pengalihan basis produksi China ke Indonesia akibat pengenaan tarif dari Amerika Serikat,” lanjut Camar.

Namun, dari faktor risiko tetap perlu diperhatikan. Camar menjelaskan bahwa ketidakpastian kebijakan Pemerintah AS (Trump 2.0) membuat volatilitas pasar meningkat.

“Kemudian ada juga potensi kenaikan inflasi global yang disebabkan retaliasi tarif akibat perang dagang. Selain itu, turunnya harga komoditas energi yakni minyak mentah dan batubara, berpotensi menekan pendapatan negara (batubara)," ingat Camar.

Namun di sisi lain, kata Camar, penurunan impor minyak mentah dapat membantu penguatan rupiah dan penurunan subsidi energi dalam pengeluaran negara.

Dalam pasar obligasi, 3 hal yang selalu menjadi fokus utama PT Insight Investments Management adalah potensi supply penerbitan SBN, potensi permintaan pasar SBN serta valuasi dan strategi.

Berdasarkan APBN 2025 indikasi penerbitan SBN di tahun 2025 diprediksi lebih besar dibandingkan realisasi penerbitan SBN di tahun 2024.

Baca juga : 2,48 Juta Ton CO2e Indonesia Siap Diperdagangkan Secara Global

Hal ini dikarenakan adanya jatuh tempo SBN di tahun 2025 sebesar Rp 757 triliun termasuk jatuh tempo SBN yang dimiliki oleh BI sebesar Rp 104 triliun.

Walaupun demikian PT Insight Investments Management memperkirakan penerbitan SBN akan tetap terkendali berkat beberapa langkah strategis.

Seperti, kesepakatan skema debt switching antara Kemenkeu dan BI, potensi pinjaman dan penerbitan global bonds yang lebih besar di tengah suku bunga yang lebih rendah, pemanfaatan dana SAL pemerintah, serta pre-funding yang telah dilakukan oleh pemerintah sebesar Rp 86,6 triliun.

Selain itu, PT Insight Investments Management juga melihat bahwa dukungan investor domestik ke pasar obligasi masih akan kuat di tahun 2025 terutama dari investor ritel dan institusi non-bank.

Posisi kepemilikan SBN oleh investor asing yang masih relatif rendah diharapkan dapat kembali ke pasar obligasi Indonesia.

Karena secara valuasi, Indonesia masih memberikan real yield yang atraktif dan menarik dengan fundamental yang baik.

Baca juga : Wonderful Indonesia Expo 2025 Resmi Dibuka di Brunei

Sehingga, PT Insight Investments Management memproyeksikan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun diperkirakan berada dalam kisaran 6,30 persen-6,80 persen pada akhir tahun 2025.

“Pasar obligasi Indonesia masih kompetitif dengan valuasi 10Y Govt Bonds pada range 6,30 persen-6,80 persen,” jelas Camar.

Meski demikian, ke depan Insight melihat masih terdapat ketidakpastian dari sisi domestik maupun global.

Sehingga strategi PT Insight Investments Management adalah memadukan short term bonds dengan long term bonds.

“Kami berfokus pada obligasi korporasi berkualitas yang memberikan pengembalian yang atraktif, disertai diversifikasi sektor untuk mengurangi risiko kredit,” tuturnya.

“Sementara kami melakukan trading untuk porsi obligasi pemerintah untuk mencari capital gain,serta menjaga likuiditas,” sambung Camar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense