Dark/Light Mode

Top! Kemudahan Berusaha Meningkat, Indonesia Masuk 20 Besar Daya Saing Investasi

Minggu, 29 Desember 2024 19:29 WIB
Direktur Regulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dendy Apriandi. Foto: YouTube/Rakyat Merdeka TV
Direktur Regulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dendy Apriandi. Foto: YouTube/Rakyat Merdeka TV

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. Upaya ini membuahkan hasil positif, terbukti dengan meningkatnya peringkat Indonesia dalam hal daya saing investasi di beberapa survei internasional.

Direktur Regulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dendy Apriandi mengungkapkan, peningkatan daya saing Indonesia itu diantaranya tergambar dalam hasil survei yang dirilis oleh International Institute for Management Development (IMD). 

Salah satu perguruan tinggi bisnis di Swiss itu melaporkan posisi Indonesia di Wolrd Competitiveness Ranking, terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Penurunan hanya terjadi sekali di tahun 2022.

“Tahu sekarang di urutan berapa? Kita sudah mencapai ranking 27, dari 67 negara,” kata Dendy dalam Podcast Ngegas di kanal YouTube Rakyat Merdeka TV.

Survei lain yang tidak kalah kredibel, dirilis oleh Bank Dunia. Yakni terkait Business Ready atau B-Ready. Laporan yang mengevaluasi iklim bisnis dan investasi di seluruh dunia ini memberikan skor yang cukup lumayan untuk Indonesia.

Baca juga : Dorong Pemutakhiran Data, Inspektorat Kota Makassar Perkuat Sinergi Antarinstansi

“Nilai kita juga enggak jelek-jelek amat, khususnya di business entry. Itu menunjukkan kita sudah diapresiasi,” lanjutnya. 

Dalam survei Business Ready yang dirilis oleh World Bank itu, Indonesia masuk ke dalam 50 negara tahap pertama dengan nilai rata-rata 63 dari skala 1 sampai 100.  

“Karena hasilnya berupa skor, bukan rangking, tapi kita bisa urutkan. Akhirnya dari 50 negara itu, kita berada di urutan 20,” tutur Dendy.

Bahkan, ia menyebutkan dari 100 negara tersebut, nilai Indonesia paling tinggi dalam kategori business entry dan business location.

“Artinya business entry itu termasuk OSS (Online Single Submission), termasuk perizinan berusaha. Artinya kita sudah berada di track yang benar,” imbuhnya.

Baca juga : Perkuat Kapasitas Pemda, Bapenda Makassar Hadiri Sharing Session Digitalisasi Daerah

Dendy berharap, Indonesia dapat secara konsisten menjaga capaian tersebut dengan meningkatkan iklim berusaha tetap kondusif.

“Karena kita punya mimpi yang kuat biasa. Bapak presiden mencanangkan pertumbuhan ekonomi kita 8 persen, itu bukan angka yang kaleng-kaleng pak,” tuturnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditargetkan tercapai di tahun 2029 ini menjadi cambuk tersendiri, agar lebih termotivasi mewujudkannya.

“Kenapa harus dicapai tahun 2029, karena kita harus bisa keluar dari middle income trap. Itu dulu yang harus kita lakukan sebelum menuju Indonesia Maju, mimpi kita menjadi Indonesia Emas tahun 2045,” tandasnya.

Karena itu, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko ini, menurut Dendy mendesak untuk dilakukan. Revisi ini, sebutnya dapat memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan mempermudah proses perizinan berusaha. 

Baca juga : Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia Meningkat

Selain itu, keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi dan Satgas Sosialisasi juga masih diperlukan. Sebagai wujud koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Itu wujud konkret koordinasi dan kolaborasi yang kadang-kadang lebih mudah diucapkan tapi sulit diimplementasikan. Satgas itu salah satu refleksinya, ketika lintas sektor duduk bersama dengan tujuan yang sama,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.