BREAKING NEWS
 

Diresmikan Presiden Prabowo, 26 Pembangkit Baru Fokus pada Energi Bersih

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 20 Januari 2025 14:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PU Dody Hanggodo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo dan Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, saat menggelar jumpa pers dengan awak media usai meresmikan proyek listrik, di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). (Foto: Noval/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat transisi dari energi fosil ke energi hijau dengan pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Langkah ini diwujudkan melalui peresmian 26 pembangkit listrik dan sejumlah gardu induk di 18 provinsi oleh Presiden Prabowo Subianto di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden mengungkapkan bahwa mayoritas pembangkit baru tersebut menyuplai energi bersih.

"Ke-26 pembangkit ini menghasilkan listrik sebesar 3,2 gigawatt (GW), dengan 89 persen. Di antaranya berasal dari energi rendah karbon, yaitu gabungan antara gas dan energi baru terbarukan (EBT)," kata Bahlil.

Baca juga : Terbang Ke Sumedang, Prabowo Resmikan 26 Pembangkit Listrik & 11 Gardu Induk

Menurutnya, proyek ini mencerminkan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat transisi energi dari pembangkit listrik berbasis fosil, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), ke energi hijau yang lebih berkelanjutan.

Selain pembangkit, Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) juga telah membangun 11 proyek jaringan transmisi gardu induk sepanjang 739,7 kilometer sirkuit. Total biaya pembangunan seluruh proyek ini mencapai Rp 72 triliun.

Adsense

Namun, Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi defisit kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan sebesar 8 GW, untuk mencapai target bauran energi nasional.

"Saat ini kapasitas listrik nasional mencapai 101 GW, dengan 72—75 GW dikelola PLN. Dari jumlah itu, hanya sekitar 15—16 persen yang berbasis energi baru terbarukan, sementara target kita pada 2025 adalah 23 persen. Masih ada kekurangan sekitar 8 GW," jelasnya.

Baca juga : Di Munas Kadin, Presiden Prabowo Serukan “Indonesia Incorporated”

Pemerintah kini fokus mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT guna mengejar target bauran energi tersebut.

Peresmian pembangkit oleh Prabowo menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung percepatan transisi energi.

Langkah ini juga dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan sektor ketenagalistrikan nasional sekaligus menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan kebutuhan energi bersih.

Dengan hadirnya pembangkit baru ini, Pemerintah optimistis dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, meningkatkan kontribusi energi hijau, serta memperkuat ketahanan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga : Menkop Resmikan Destinasi Wisata Bukit Manik Indonesia Di Bogor

Selain menteri ESDM, tampak hadir diantaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PU Dody Hanggodo, Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya, Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense