Dark/Light Mode

PLN EPI Resmikan Proyek Gasifikasi 13 Pembangkit Gas di NTB dan NTT

Senin, 30 Desember 2024 21:03 WIB
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan kick off proyek gasifikasi pada 13 pembangkit listrik berbasis gas, yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/12/2024). (PLN EPI)
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan kick off proyek gasifikasi pada 13 pembangkit listrik berbasis gas, yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/12/2024). (PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan kick off proyek gasifikasi pada 13 pembangkit listrik berbasis gas yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/12/2024).

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi di Indonesia Timur, sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menyampaikan, proyek gasifikasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beralih ke gas yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Proyek gasifikasi ini akan menurunkan penggunaan BBM secara signifikan, dari 3,5 juta kiloliter menjadi hanya 0,5 juta kiloliter pada tahun 2030,” ujar Iwan.

Gasifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembangkit listrik, menekan emisi karbon, dan menghemat biaya operasional.

Baca juga : PT PP Minta Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Pada tahap pertama, proyek ini akan mencakup 13 lokasi pembangkit gas eksisting di NTB dan NTT, dengan total kapasitas mencapai 658 megawatt.

Lokasi-lokasi tersebut meliputi: PLTMGU Lombok Peaker PLTMG Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang PLTMG Lombok 2, PLTMG Sumbawa 1, 2, dan 3, PLTMG Bima.

PLTMG Kupang Peaker, PLTMG Kupang 2, PLTMG Maumere, PLTMG MPP Labuan Bajo, PLTMG Rangko dan PLTMG Flores.

Menurut Iwan, kick off yang dilaksanakan di PLTMG Lombok Peaker menjadi langkah awal dari penyiapan konstruksi.

"Kami menargetkan gasifikasi dapat selesai pada pertengahan 2026," jelasnya.

Baca juga : PGN LNG Indonesia Gabung Proyek Pengembangan Gasifikasi Papua Utara

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Adi Lumakso, menyebut proyek gasifikasi ini sebagai langkah strategis mengatasi ketergantungan pada BBM yang mahal dan memiliki emisi tinggi.

Dengan dimulainya program gasifikasi ini, pasokan gas akan tersedia secara berkelanjutan.

"Sistem dual-firing dapat dioptimalkan untuk memprioritaskan penggunaan gas sebagai sumber energi utama yang melimpah di dalam negeri,” ungkap Adi.

Ia menambahkan bahwa gasifikasi akan mengurangi risiko gangguan suplai energi pembangkit, menekan biaya produksi listrik, serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah yang memiliki potensi energi terbarukan. Seperti tenaga surya dan angin, yang sifatnya intermittent.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menyoroti pentingnya proyek gasifikasi ini dalam mendorong kemajuan Kota Lombok.

Baca juga : Toshiba Resmikan Shop In Shop Perdana di Lampung

Menurutnya, gasifikasi akan menjadi tonggak penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Lombok, khususnya di sektor pariwisata dan industri.

“Dengan adanya gasifikasi di Lombok, kami optimis kota ini akan berkembang pesat, menarik lebih banyak investasi, dan meningkatkan daya tarik bagi para investor, khususnya di Kota Mataram,” tutup Lalu Martawang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.