BREAKING NEWS
 

100 Hari Prabowo-Gibran, Program Tanam Padi PTPN Tumbuh Subur

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 22 Januari 2025 16:44 WIB
Foto: Ilustrasi PTPN III

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Tanam Padi Perkebunan Nusantara (Tampan) yang diinisiasi Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo di Bumi Lancang Kuning, Riau, menunjukkan perkembangan yang memuaskan.

Peningkatan produksi gabah dan beras untuk swasembada pangan yang sejalan dengan Asta Cita dan program 100 hari Prabowo-Gibran tersebut berjalan lancar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, hingga kini, tim pengembangan budidaya padi gogo di sela-sela areal hamparan sawit muda terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pilot project tersebut.

Hasilnya, tanaman padi gogo yang identik di lahan kering itu tumbuh subur dan berpotensi memproduksi gabah secara optimal.

"Kami di lapangan terus memantau perkembangan tanaman padi gogo di sela-sela sawit muda masyarakat di Kabupaten Siak. Hasilnya sangat baik sekali dan sesuai dengan proyeksi kita semua. Insya Allah dalam waktu dekat akan segera panen," kata Jatmiko dalam keterangan resminya, Rabu (22/11/2025).

Adapun, Kick Off Program Tampan yang juga bagian kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto itu dilaksanakan di lahan petani peserta program peremajaan sawit rakyat PTPN IV PalmCo pada akhir tahun lalu.

Baca juga : 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Gemira: Satu Persatu Janji Kampanye Ditunaikan

Dari 60 hektare (ha) sawit milik petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Karya Maju tersebut, 20 ha areal berhasil dimaksimalkan menjadi hamparan padi melalui skema intercropping.

Jatmiko menambahkan, berdasarkan pertumbuhan padi yang sangat baik, diproyeksi 50 ton gabah kering akan segera dipanen pada April mendatang.

Dengan begitu, petani akan memperoleh tambahan pendapatan mencapai Rp 250 juta untuk satu siklus panen, atau setengah miliar rupiah untuk satu tahun menjelang sawit mereka mulai menghasilkan tandan buah segar.

"Petani selain fokus utama untuk membantu penguatan ketahanan pangan, juga akan mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp 8 juta per kepala keluarga untuk satu kali siklus panen," ujar Jatmiko.

Adsense

Ia menilai, program yang berhasil membuat petani sawit kian tersenyum bangga karena dilibatkan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional tersebut akan terus diperluas.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total perkebunan sawit rakyat di Indonesia mencapai 6,94 juta ha. 40 persen diantaranya atau sekira 2,8 juta ha telah memasuki fase tanaman tua dan harus segera diremajakan.

Baca juga : Prabowo Resmikan Proyek Ketenagalistrikan Terbesar Dunia di Sumedang

"Ada potensi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) nasional seluas 400 ribu ha per tahun. Dari angka tersebut, PTPN diharapkan dapat berkontribusi sebesar 40 ribu ha per tahun. Artinya, terdapat potensi program intercropping seluas 206 ribu ha selama 5 tahun mendatang," ujarnya.

Sementara, jika luasan areal Tampan selama 5 tahun mendatang dapat terwujudkan, kata Jatmiko, petani PSR yang menanam padi intercropping sawit berpeluang menghasilkan sedikitnya setengah juta ton gabah atau 258.491 ton padi untuk masyarakat Indonesia.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-Angin menambahkan, program Tampan memberikan pendapatan produktif kepada petani.

Irwan memastikan, PTPN IV PalmCo sangat fokus dalam khittahnya untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani.

Berkolaborasi dengan banyak pihak mulai dari Pemerintah, BPDPKS, dan ekosistem Makmur BUMN, PTPN mendorong agar petani dapat memperoleh berbagai dukungan dalam memperkuat para petani sawit Indonesia.

Irwan mengimbau kepada petani yang sedang dilema saat sawitnya memasuki usia renta untuk menjadi bagian dari gerakan akselerasi PSR dan penguatan ketahanan pangan

Baca juga : Puji 100 Hari Kinerja Prabowo, Gus Jazil PKB: Gaspol Program Prioritas

"Kemitraan ini benar-benar kita bangun untuk memberikan rekan-rekan petani terus bertumbuh. Hal ini mempercepat proses produksi dan meningkatkan hasil panen," ujarnya.

Heri Suyono, salah satu petani plasma PTPN IV PalmCo yang memiliki areal PSR seluas 2 ha mulai merasakan manfaat kemitraan tersebut.

Ia mengaku beruntung KUD tempatnya bernaung menjadi bagian dari pilot project penting itu.

"Dengan adanya program Tampan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dapat menghasilkan," ucap Heri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense