Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
ISESS Dukung Prabowo Kurangi Ketergantungan Pada Batu Bara
Jumat, 6 Desember 2024 11:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mendukung keinginan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin mengurangi penggunaan batu bara di 2040.
Fahmi menyebut Indonesia memang menghadapi tantangan transisi energi di dunia.
Baca juga : Ingatkan Pesan Prabowo, Menkomdigi: Gunakan AI secara Bijak
“Saya menilai ini sebagai upaya yang positif. Indonesia memang menghadapi tantangan besar dalam melakukan transisi energi, terutama karena dua pertiga listrik di negara ini masih bergantung pada batu bara,” jelas Fahmi kepada wartawan pada Jumat (6/12).
Lebih lanjut Fahmi mengatakan, komitmen untuk mengurangi ketergantungan ini adalah langkah yang sangat penting dan realistis untuk masa depan.
Baca juga : Logis 08 Minta Prabowo Sanksi Tegas Miftah Maulana
Prabowo, menurut Fahmi, tidak mungkin bisa menjanjikan perubahan drastis dalam waktu yang singkat. Namun demikan, visi jangka panjang yang diusung Prabowo itu sangat relevan dengan tantangan global mengenai perubahan iklim.
“Kritik yang menyebutkan bahwa hal ini sulit dicapai seharusnya dilihat sebagai tantangan besar, bukan sebagai kelemahan. Dalam konteks global yang semakin mengedepankan masalah perubahan iklim,” tandas Fahmi.
Baca juga : Golkar Dukung Ojol Tetap Bisa Pakai BBM Bersubsidi
Indonesia lanjut Fahmi memiliki ketergantungan yang besar pada batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi pernyataan Prabowo mengenai pengurangan penggunaan batu bara pada 2040 adalah langkah realistis dalam menghadapi tantangan transisi energi.
Terlebih, Prabowo mengakui bahwa transisi ini membutuhkan waktu dan perencanaan matang agar Indonesia dapat menjaga keberlanjutan energi tanpa merugikan sektor-sektor penting lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya