RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memutuskan tidak akan melakukan impor beras tahun ini. Untuk memenuhi stok nasional, Perum Bulog dipatok melakukan penyerapan beras sebanyak tiga juta ton beras.
Direktur Utama Bulog Wahyu Suparyono mengatakan, pihaknya baru saja mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan. Ikut hadir Menteri Pertanian Andi Amran, serta Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo.
“Di rapat itu, tegas diputuskan, Bulog sebagai operator diminta menyerap 3 juta ton setara beras,” ungkap Wahyu dalam acara Diskusi Bersama Media: Penyerapan Gabah dan Beras 2025 di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Dia menjelaskan, Pemerintah sepakat tidak akan melakukan impor beras tahun ini. Dan sebagai gantinya, Bulog harus menyerap hasil produksi dalam negeri.
“Untuk itu, pada puncak panen pada Februari dan Mei, setidaknya Bulog harus bisa menyerap sampai 70 persen (dari total penyerapan),” katanya.
Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 1,7 juta ton beras PSO (Public Service Obligation) dan 200 ribu ton beras komersial.
Baca juga : Stabilitas & Transformasi Kunci Ekonomi RI Tumbuh
Sehingga total stok beras yang akan dimiliki Bulog sepanjang tahun ini bisa mencapai 4,7 juta ton setara beras.
Untuk merealisasikan target itu, Wahyu mengaku, perlu menjalin kolaborasi dengan pihak lain. Seperti Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia), para mitra Bulog, hingga TNI (Tentara Nasional Indonesia).
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dengan pihak lain. Misalnya Perpadi, kami ada PKS (Perjanjian Kerja sama) untuk penyerapan 1,2 juta ton beras nasional. Lalu, dengan TNI, kerja samanya bisa dalam hal pergudangan,” jelasnya.
Wahyu menegaskan, sinergi ini penting mengingat infrastruktur pasca panen yang dimiliki Bulog masih terbatas.
Contohnya, kata dia, untuk infrastruktur pasca panen seperi pengeringan (dryer), kapasitasnya hanya 33.650 ton per bulan.
Lalu, kapasitas dryer milik MPP (Mitra Pangan Pengadaan) dari 533 mitra, hanya mampu sebesar 723.913 ton per bulan.
Baca juga : 694 Gedung Di DKI Nggak Punya Proteksi Kebakaran
Sementara total kapasitas giling milik Bulog hanya 22.200 ton per bulan. Dan kapasitas giling milik 445 MPP sebesar 705.197 ton per bulan.
Selain itu, upaya penyerapan beras secara regular atau melalui MPP juga tetap dilakukan, selama kualitas hasil panennya masih sesuai aturan yang diterapkan Pemerintah.
Wahyu mengakui, dalam penyerapan beras akan mengalami sejumlah kondisi dan tantangan. Seperti kualitas gabah hasil panen yang tidak sesuai ketentuan GKP (Gabah Kering Panen). Namun petani meminta dibayar sesuai GKP, yaitu Rp 6.500 per kilogram (kg).
“Padahal Bulog belum pernah melakukan pengadaan GKP, ini baru yang pertama kalinya,” akunya.
Untuk itu, dalam rapat pun dibahas soal HPP (Harga Pembelian Pemerintah) untuk GKP itu Rp 6.500 di tingkat petani.
“Tadi kami usulkan, agar HPP-nya sampai di gudang Bulog Rp 12.000 per kilogram, dan ada yang sampai Rp 12.250 per kilogram dengan beberapa syarat dan ketentuan di titik atau wilayah tertentu,” ungkapnya.
Baca juga : Momen Bangkit Tim Setan Merah
Ia pun memastikan, stok beras Bulog yang tersebar di seluruh wilayah ini akan mencukupi kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Lebaran mendatang.
“Kami optimistis, dengan stok 2 juta ton itu, jika diperlukan (untuk disalurkan) sudah cukup. Aman,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, untuk menyerap beras dalam negeri, Bulog meminta ada perubahan HPP GKP di gudang Bulog dari sebelumnya Rp 8.200/kg menjadi Rp 12.000-Rp 12.250/kg agar lebih bersaing.
Walau begitu, keputusan ini baru disepakati di tingkat Rakortas. Sehingga untuk kepastian perubahan itu, pihaknya akan mengusulkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dibahas di Rapat Terbatas (Ratas).
“Kami setuju (usulan) ini akan dibawa ke Ratas, karena Rakortas tidak bisa melebihi putusan Ratas,” tandas Zulhas, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.