BREAKING NEWS
 

Dorong Kemandirian Obat, Kepala BPOM Cek Lab Equilab International

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 24 Januari 2025 16:44 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar (tengah) didampingi Dirut PT Equilab International Ronal Simanjuntak (kedua kanan). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar mengunjungi, Equilab International. Laboratorium ini telah mendapatkan pengakuan internasional dengan sertifikasi ISO, serta diakui oleh BPOM sebagai mitra strategis dalam pengawasan obat dan makanan.

Taruna tiba di kantor Equilab International yang berada di jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2025), pukul 9.30 WIB. Kehadiran Taruna disambut Direktur Utama Equilab International Ronal Simanjuntak dan jajaran. Taruna pun langsung diajak berkeliling Equilab International dan melakukan diskusi. 

Taruna menyampaikan tiga tujuan utama melakukan kunjungan ke Equilab. Pertama, kata dia, memastikan fasilitas dan prosedur di Equilab telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM. “Kami ingin memastikan langsung bahwa Equilab mematuhi standar pengawasan dan regulasi. Hasilnya, kami cukup bangga karena laboratorium ini memiliki reputasi yang baik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara,” ujarnya.

Kedua, kunjungan ini juga terkait dengan upaya Indonesia untuk mencapai tingkat maturitas tertinggi dalam regulasi obat dan makanan, yaitu Maturity Level 4 dari WHO. Saat ini, Indonesia berada di Level 3 dan sedang mempersiapkan evaluasi langsung oleh tim WHO. 

“Dari hampir 200 negara, hanya sekitar 30 yang masuk dalam daftar WHO Listed Authority. Kami berharap Indonesia bisa menjadi negara berkembang pertama yang mencapainya,” tambahnya.

Baca juga : ALFI Dorong Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi

Menurut dia, pada bulan depan, Indonesia akan dikunjungi langsung oleh Tim dari WHO ke Indonesia. “Ini sudah hampir 5-6 bulan WHO melakukan assessment. Tapi untuk memastikan apa yang kita laporkan, apa adanya, mereka akan datang ke Indonesia bersama timnya,” ujarnya.

Terdapat 9 fungsi yang menjadi area penilaian dalam WLA, yakni regulatory system (RS)/sistem regulatori, registration and marketing authorization (MA)/registrasi dan izin edar, vigilance (VL)/farmakovigilans, market surveillance and control (MC)/surveilans dan pengawasan di peredaran, licensing establishment (LI)/pemberian izin, regulatory inspection (RI)/inspeksi regulatori, laboratory testing (LT)/pengujian di laboratorium, clinical trial oversight (CT)/pengawasan pelaksanaan uji klinik, dan lot release (vaccines) (LR)/pelulusan bets atau lot.

“Dari 9 item, salah satu item yang diminta yakni good regulator, good manufacturing practice, termasuk good clinical practice. Karenanya saya datang ke perusahaan-perusahaan untuk memastikan. Karena kita tidak tahu siapa dan yang mana yang mereka mau datangi. Sebagai lembaga yang akan dinilai, Badan POM akan menunjukkan mana saja yang menjadi stakeholder yang akan dievaluasi,” kata Taruna.

“Dan saya yakin kalau WHO akan memutuskan datang ke Equilab sebagai bagian dari site evaluation atau site assessment, kami yakin ini akan men-support dan memberikan nilai plus,” kata Taruna.

Adsense

Ketiga, lanjut dia, kunjungan ini bertujuan untuk mendorong investasi asing dalam sektor farmasi di Indonesia. Mengingat lebih dari 90 persen obat di Indonesia masih bergantung pada impor, BPOM membuka peluang bagi perusahaan asing untuk berinvestasi, dengan syarat adanya transfer teknologi dalam lima tahun. 

Baca juga : Dorong Kemandirian Energi, Prabowo Resmikan Puluhan Proyek Listrik di Indonesia

“Dengan strategi ini, kami berharap dapat mengurangi ketergantungan impor, menurunkan harga obat, dan meningkatkan kemampuan produksi obat dalam negeri,” jelasnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk mewujudkan kemandirian obat nasional dan mendukung Indonesia menjadi negara yang berdaulat di bidang farmasi. “Tekad saya adalah menjadikan Indonesia mandiri, tidak hanya di sektor pangan, tetapi juga di sektor obat,” tutup Taruna.

Direktur Utama Equilab International, Ronal Simanjuntak mengatakan, komitmen perusahaannya dalam mendukung program BPOM untuk meningkatkan kemandirian obat nasional. 

Dalam kunjungan Kepala BPOM ke Equilab, Ronal menyampaikan, kolaborasi antara Equilab dan BPOM bertujuan untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi melalui pengujian yang sesuai dengan standar internasional.

“Equilab dan Badan POM bekerja sama, di mana kami mengujikan banyak produk dengan dukungan akreditasi ISO 17025, ISO 15189, serta akreditasi dari regulator internasional. Ini menjadi modal penting bagi kami sebagai lembaga pengujian,” ujar Ronal.

Baca juga : Pemerintah Lagi Cari Pembuat Koin Jagat

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan BPOM kepada Equilab dalam perannya sebagai laboratorium pengujian yang berfokus pada pengembangan produk bermutu, termasuk vaksin, produk fitofarmaka, dan produk terapeutik lainnya. “Kami mendukung penuh program BPOM, termasuk upaya meningkatkan jumlah produk fitofarmaka di Indonesia, serta pengujian klinis untuk vaksin dan produk terapetik yang lebih banyak di tanah air,” tambahnya.

Sebagai Contract Research Organization (CRO), Equilab turut berperan dalam uji klinis yang menjadi bagian penting dalam proses pengembangan obat dan produk kesehatan. Ronal menyebutkan, peran Equilab sangat relevan dalam mendukung Indonesia untuk “naik kelas” di sektor farmasi dan memenuhi target untuk masuk dalam daftar WHO Listed Authority (WLA).

“Kami siap menjadi penyedia layanan pengujian yang mendukung aspirasi Indonesia dalam meningkatkan jumlah produk farmasi berkualitas. Dengan ini, kami berharap produk-produk lokal semakin kompetitif di pasar domestik maupun internasional,” tutup Ronal.

Sementara itu, Direktur Equilab International, Wimala Widjaja mengatakan, Equilab akan menjajaki kemungkinan penggunaan aplikasi AI.

“Seperti yang disampaikan oleh Prof. Taruna bahwa dunia penelitian dan pengujian dapat mulai memanfaatkan kemampuan AI, yang harapannya dapat menyatukan kemampuan manusia untuk menghasilkan ide-ide baru. Harapan ke depannya, Equilab akan menjajaki kemungkinan penggunaan aplikasi AI dalam penelitian dan pengujian klinis,” ujar Wimala.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense