Dark/Light Mode

PLN Dorong Masyarakat Kecamatan Kibin Raih Peluang Kerja Di Industri Ternama

Selasa, 31 Desember 2024 14:54 WIB
PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) menggelar pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Keahlian Gada Pratama. (Foto: Dok. PLN)
PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) menggelar pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Keahlian Gada Pratama. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai komitmen perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar proyek strategisnya.

Salah satunya, menggelar pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Keahlian Gada Pratama, bagi 27 warga masyarakat Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

General Manager PLN UIP JBB, Defiar Anis mengatakan, program ini menjadi solusi atas tantangan besar yang dihadapi masyarakat Kecamatan Kibin dalam mengakses peluang kerja, terutama di kawasan industri ternama yang ada di sekitar mereka.

Anis menuturkan, Kecamatan Kibin merupakan area ring 1 proyek pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV) Cikande, yang tengah dibangun PLN UIP JBB melalui unit kerjanya, yaitu Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 1 (UPP JBB 1).

"Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur. Tetapi, juga membangun kompetensi manusia yang berada di sekitarnya," ujar Anis, melalui siaran pers, Selasa (31/12/2024).

Anis menekankan, melalui program ini, pihaknya juga membuktikan bahwa kehadiran proyek strategis seperti pembangunan GITET 500 kV Cikande, dapat menjadi katalis positif bagi masyarakat sekitar.

Baca juga : Masyarakat RI Semakin Gemar Membaca, Indeks Literasi Naik Signifikan

Dengan luas wilayah 28,32 kilometer persegi dan populasi sebanyak 62.097 jiwa, kata dia, Kecamatan Kibin memiliki potensi besar berupa 68 persen penduduk berada di usia produktif.

Menurut Anies, sebagai bagian dari kawasan industri, wilayah ini memiliki peluang besar untuk memberdayakan masyarakat agar dapat bekerja di perusahaan sekitar.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, berbagai tantangan yang menghambat masyarakat setempat untuk memasuki dunia kerja formal.

Anies mencontohkan, kendala utama meliputi kurangnya keterampilan khusus, tidak adanya sertifikasi yang diakui dan persaingan ketat dengan tenaga kerja dari luar daerah. Bahkan, kondisi ini menyebabkan sebagian besar warga usia produktif terjebak dalam pekerjaan serabutan atau sektor informal yang tidak memberikan kepastian ekonomi maupun penghidupan yang layak.

"Dengan potensi besar yang dimiliki, Kecamatan Kibin membutuhkan intervensi yang tepat untuk mengatasi hambatan ini dan memaksimalkan peluang yang ada," tegasnya.

Untuk itu, melalui pelatihan ini, pihaknya memberikan angin segar bagi masyarakat setempat. Sebab, program ini dirancang tidak hanya untuk membekali peserta dengan keterampilan pengamanan berbasis standar industri.

Baca juga : INH Torehkan Catatan Apik, Galang Dana Untuk Palestina

"Tetapi, juga memberikan mereka sertifikasi nasional yang menjadi syarat utama untuk bekerja di perusahaan besar," ujar Anies.

Tak hanya itu, melalui pelaksanaan program TJSL ini, perseroan membuktikan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur strategis.

"Inisiatif seperti ini, diharapkan tidak hanya menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Tetapi, juga memperkuat hubungan positif antara PLN dan masyarakat sekitar,” ujar Anies.

Di kesempatan yang sama, Manager PLN UPP JBB 1 Haris Nasution mengungkapkan, perseroan memahami betapa sulitnya masyarakat lokal untuk bersaing, tanpa keterampilan dan pengakuan formal.

Lewat pelatihan ini, Haris mengatakan, peserta mendapatkan kombinasi teori, praktik dan pengakuan resmi, yang kini telah membuka pintu karir mereka ke berbagai perusahaan ternama.

Seperti, PT Mayora Tangerang, PT Indo Prima (Kawasan Industri Pancatama), PT UBM Modern Cikande dan Kawasan Industri Modern Cikande.

Baca juga : Perpusnas Tingkatkan Kecakapan Literasi Melalui Gerakan Indonesia Membaca

"Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga mereka tidak hanya siap bekerja. Tetapi, juga memiliki kepercayaan diri untuk bersaing di pasar tenaga kerja," kata Haris.

Salah satu peserta yang kini bekerja di PT Mayora Tangerang, Saheri, sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini.

"Dengan sertifikasi yang diberikan, saya berhasil mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan ternama," ujar Saheri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.