Dark/Light Mode

ALFI Dorong Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi

Selasa, 21 Januari 2025 23:39 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengemukakan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029 dan pengurangan biaya logistik hingga 12,5 persen.

Salah satu solusi utama yang diusulkan adalah pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, mudah diakses, dan terjangkau.

Ketua Dewan Pembina ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan infrastruktur merupakan elemen penting yang mendukung pergerakan, mobilitas, dan konektivitas antar wilayah di Indonesia.

Dia berharap, ketersediaan infrastruktur di Indonesia mesti bisa lebih mumpuni ketimbang negara-negara lain di kawasan regional dan global guna mendongkrak daya saing dan investasi.

Sebab, imbuhnya, infrastruktur yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan investor, lantaran dengan infrastruktur yang terintegrasi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang optimal.

"Keterbatasan infrastruktur yang terintegrasi berdampak pada tingginya biaya logistik," ucap Yukki.

Baca juga : Pakar IPB Jempolin Program Pertamina Kembangan Bioavtur Dari Minyak Jelantah

Yukki mengakui Pemerintah telah meningkatkan fokus terhadap pembangunan infrastruktur, terbukti dengan peningkatan anggaran belanja negara untuk sektor ini.

Sejumlah pencapaian penting telah terwujud, seperti pembangunan sekitar 1.885 km jalan tol, 50 bandara baru, dan 1.502 pelabuhan baru dalam satu dekade terakhir.

Yukki menegaskan, tentunya sektor swasta menyambut baik komitmen Presiden Prabowo yang menunjukan kebijakan inklusif dalam menyertakan tidak hanya BUMN dalam membangun infrastruktur negara.

"Selain itu, saya melihat bahwa dengan keterlibatan sektor swasta, maka visi pertumbuhan ekonomi 8 persen juga bisa tercapai," tegasnya.

Yukki juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi sektor swasta dan BUMN. Dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi antara BUMN dan sektor swasta telah membuktikan manfaatnya dalam berbagai sektor ekonomi.

Kolaborasi ini telah mewujudkan sejumlah proyek besar dan inovatif yang tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi nasional, tetapi juga memberikan peluang pekerjaan baru bagi masyarakat.

Baca juga : Telkom Dukung Perkembangan Bisnis Kopi Lokal, Beantaro Kopi

Menurut Yukki, investasi bersama dalam infrastruktur, teknologi, energi terbarukan, dan sektor-sektor kunci lainnya telah mendorong terciptanya lapangan kerja yang beragam dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dia mengatakan, kombinasi pengalaman jangka panjang BUMN dalam mengelola aset publik dengan fleksibilitas dan inovasi sektor swasta membawa dampak positif pada pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, sektor swasta juga memiliki keunggulan untuk dapat mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, memperkuat kapabilitas lokal, dan mempromosikan pertumbuhan industri nasional yang lebih mandiri.

Oleh karena itu, peran sektor swasta juga sangat penting dalam konteks kolaborasi bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

“Meskipun demikian, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan utama dalam pembanhugunan sektor infrastruktur terintegrasi. Namun dengan semangat kolaborasi, kita optimistis hal itu bisa teratasi," jelas Yukki.

Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Yukki mendorong adanya pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan saling mendukung antar moda transportasi menjadi salah satu kunci utama.

Baca juga : ALFI Dukung Peningkatan Infrastruktur Logistik Pemerintahan Prabowo Subianto

Sebab, infrastruktur yang terhubung di semua moda, bakal mempercepat distribusi barang sekaligus mengefisiensikan biaya logistik.

Pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilakukan dengan, peningkatan kapasitas dan kualitas pada semua moda transportasi agar terintegrasi satu sama lain sesuai dengan karakteristik komoditi yang ditangani.

Di sisi lain, pengembangan fasilitas logistik di daerah-daerah pusat ekonomi baru sangat dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas di seluruh Indonesia agar terus dilakukan.

Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI Jakarta Adil Karim mengatakan pembenahan infrastruktur merupakan langkah kunci baik dalam upaya memangkas biaya logistik maupun dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Adil meyakini, jika pembenahan infrastruktur terintegrasi bisa dilakukan, terget biaya logistik Indonesia pada level 12,5 persen dari PDB (produk domestik bruto) pada tahun 2029 bisa tercapai.

“Indonesia akan siap menghadapi tantangan ekonomi global dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 dan biaya logistik yang efisien. Salah satu kuncinya adalah pembenahan infrastruktur terintegrasi,” tegas Adil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.