Sebelumnya
Dalam forum yang mempertemukan pemimpin usaha dari kedua negara tersebut, Anin mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan Indonesia dalam forum itu. Mengingat sektor pangan dan pertanian menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut, Anin menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan manufaktur melalui kerja sama dengan India.
“Seperti yang disebutkan Mr Ajay Shriram, fokus saat ini adalah di bidang pangan dan pertanian. Indonesia sangat serius dalam bermitra untuk ketahanan pangan dan manufaktur, berkolaborasi untuk pertumbuhan bersama,” kata Anin.
Selain itu, Anin juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang kesehatan, farmasi, dan transisi energi. “Kami melakukan banyak perdagangan dan investasi, termasuk kesehatan dan farmasi melalui sinergi antara India dan Indonesia. Serta transisi energi, beralih ke energi bersih, yang kami sangat serius dalam hal ini,” tambahnya.
Baca juga : 100 Pengusaha Nasional Akan Hadiri Forum Bisnis Indonesia-India di New Delhi
Dalam kesempatan ini, Anindya juga menyampaikan dua isu utama lain yang menjadi perhatian khusus Indonesia, yakni sektor perumahan dan pengembangan sumber daya manusia.
"Kami sedang memulai (pembangunan) 3 juta rumah per tahun, perumahan yang terjangkau di Indonesia. Dan kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan India untuk sektor ini,” kata Anin.
Anin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. India-Indonesia CEO’s Forum kali ini diharapkan menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mendorong kerja sama yang lebih erat, berkelanjutan dan inklusif.
Indonesia Libatkan Kontraktor India
Baca juga : Di Hakordia, Menko Polkam Budi Gunawan Sampaikan Pesan Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Hashim menyatakan, Indonesia dalam posisi sebagai negara nonblok membuka peluang kerja sama investasi dengan semua negara baik pemerintah maupun swasta, termasuk dengan India. Senada dengan Anin, Hashim menyampaikan saat ini Pemerintah Indonesia sedang membangun kerja sama dengan negara lain untuk mendukung salah satu program prioritas pemerintah yaitu pembangunan 3 juta unit perumahan terjangkau dalam setahun.
“Tujuannya adalah untuk menyediakan perumahan yang layak, perumahan yang terjangkau bagi hingga 30 juta keluarga kurang mampu. Target kami adalah 3 juta unit, 1 juta unit apartemen di daerah perkotaan, dan dua juta rumah di daerah pedesaan di bagian pedesaan Indonesia. Kami akan menyambut partisipasi perusahaan konstruksi India,” ujar Hashim.
Hashim menambahkan, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) telah berkomitmen menyediaan pembiayaan untuk 4 juta hingga 6 juta unit, dan sebagian besar akan berupa unit apartemen. "Beberapa di antaranya akan menjadi rumah keluarga tunggal di daerah pedesaan kami,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.