Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadiri Forum Indonesian-France Business Executive Luncheon
Anindya Bakrie Kagumi Gagasan Prabowo
Jumat, 26 Juli 2024 23:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto minta Anindya Bakrie mendampingi dalam Forum Indonesian-France Business Executive Luncheon yang diadakan di sela-sela Olimpiade Musim Panas Paris 2024 pada Kamis (26/7/2024).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara International Chamber of Commerce (ICC), Mouvement Des Entreprises de France (MEDEF) dan Kedutaan Besar Indonesia di Prancis.
Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 30 pengusaha dari Prancis dan negara Eropa lainnya, termasuk perwakilan dari perusahaan besar seperti Danone, L’Oreal, Total Energie, Stellantis, Michelin, dan Eramet.
Anindya, yang mendampingi Prabowo, menyatakan acara ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
"Pak Prabowo memberikan paparan sangat jelas dan tegas bahwa beliau mempunyai mandat dan kemauan untuk terus menjadikan Indonesia negara besar yang maju, bermartabat, dan berdaulat, termasuk dengan bekerja sama dengan semua negara secara win-win untuk menyejahterakan Bangsa Indonesia," ungkap Anindya.
Selain itu, Prabowo juga memaparkan program-program yang mencakup efisiensi, penegakan hukum, industrialisasi, peningkatan perdagangan dan investasi, serta pengembangan turisme.
Baca juga : Gotion Indonesia-ICBC Hadirkan Solusi Pembiayaan Baterai Kendaraan Listrik
"Beliau juga menyampaikan bahwa transisi dan kontinuitas program-program Presiden Jokowi telah berlangsung dengan baik dan menjanjikan," tambah Anindya.
Anindya berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang terus diupayakan ini dapat membawa manfaat signifikan bagi kedua negara.
Selain Anindya, Prabowo juga didampingi oleh sejumlah pejabat dan pengusaha lainnya, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir, Duta Besar Muhammad Oemar, mantan Wakil Menteri dan Duta Besar serta Ketua Dewan Kehormatan KADIN Rosan Roeslani, Wakil Komisi I DPR RI Sugiono, perwakilan DPR RI Budi Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Wisnu Wardhana.
Respons Positif
Ekonom yang juga Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi merespons positif pertemuan tersebut. Menurutnya, Anindya merupakan tokoh jangkar pengusaha nasional yang menjadi kekuatan Lembaga Ekonomi Negara seperti KADIN Indonesia. Sudah saatnya semua bersatu padu dalam pemerintahan baru ke depan.
Ditambah lagi mengenai forum ini, jika ini terwujud akan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam negeri dan harus ditindaklanjuti dengan memajukan hilirisasi sumber daya alam Indonesia.
Baca juga : Andika Ngumpul dengan Prabowo
Beberapa industri hilir memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, termasuk industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, furnitur, serta industri kimia dan farmasi.
"Indonesia memiliki keunggulan dalam sumber daya alam yang mendukung pengembangan industri-industri tersebut," kata Efa.
Selain itu, permintaan domestik yang besar dan potensi ekspor ke pasar global menjadikan industri-industri tersebut potensial untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Efa menekankan, pentingnya investasi dalam teknologi, inovasi, dan peningkatan kualitas produk untuk meningkatkan daya saing industri hilir Indonesia. Ia juga menyarankan agar pemerintah di daerah-daerah segera menyelesaikan rencana detil tata ruang dan wilayah yang dapat diakses secara digital untuk mendukung investasi ini.
"Regulasi yang memudahkan usaha juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri," kata akademisi yang mengenyam pendidikan di Manchester University dan Monash University ini.
Efa mengapresiasi, pertemuan Indonesia yang dipimpin Prabowo tersebut didampingi pengusaha Kadin Indonesia Anindya karena mencerminkan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha untuk kemajuan ekonomi negara.
Baca juga : Masyarakat Indonesia Rayakan Lebaran di London Bareng Dewi Gita & Armand Maulana
Pengusaha yang dimotori KADIN Indonesia, menurut Efa, berperan penting dalam mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses produksi, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Pengusaha juga menginvestasikan modal dan sumber daya untuk mengembangkan pabrik, teknologi, dan infrastruktur produksi guna mendukung hilirisasi produk.
"Pengusaha dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga riset, dan mitra bisnis lainnya, untuk memperkuat," kata akademisi yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas ini.
Dengan memainkan peran-peran tersebut secara efektif, Efa yakin pengusaha dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan industri dalam negeri, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya