RM.id Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo memperluas program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (Tampan) dengan merangkul para petani sawit peserta program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Jambi.
Usai dilaksanakan di Riau, kini program Tampan melalui optimalisasi areal PSR dengan pola intercropping atau tumpang sari tanaman padi disambut antusias ratusan petani yang tergabung dalam KUD Dwi Jaya Desa Tanjung Sari, Bahar Selatan, Muaro Jambi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, perluasan program yang didukung penuh Kementerian BUMN melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan IPB merupakan bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Jatmiko, swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang terus di akselerasi melalui program 100 hari Pemerintah. Sehingga, menjadi kewajiban bagi PTPN IV PalmCo yang sejak awal menjadi inisiator penanaman padi gogo di sela-sela areal peremajaan sawit agar terus diperluas.
Baca juga : Perluas Layanan, PKSS Buka Cabang Ke-35 Di Ambon
"Sejalan dengan arahan Holding Perkebunan dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham, PTPN IV PalmCo berkomitmen mendukung program Pemerintah diantaranya melalui penanaman padi gogo dengan pola intercropping di lahan tanam ulang sawit rakyat," kata Jatmiko saat acara tanam perdana padi gogo di Muaro Jambi, Kamis (6/2/2025).
"Ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan program Tampan, Tanam Padi PTPN, di lahan PSR mitra binaan perusahaan yang telah dimulai sejak akhir November lalu di Siak, Riau," sambung Jatmiko.
Di Jambi, kata Jatmiko, program Tampan dilaksanakan di KUD Dwi Jaya yang kini tengah melaksanakan peremajaan sawit renta seluas 140,62 hektare. Untuk tahap awal, program Tampan di KUD tersebut berlangsung di areal seluas 5 hektare.
PTPN IV sendiri sejak awal telah menjalin komunikasi dan memberikan pendampingan penuh hingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Mulai dari penyiapan areal, penyediaan bibit dan peralatan mekanisasi, hingga penyelesaian dokumen penetapan calon petani calon lokasi (CPCL) ke instansi terkait.
Baca juga : Ajinomoto Buka Pendaftaran Beasiswa Program Pascasarjana ke Jepang
Lebih lanjut, Jatmiko menjelaskan, petani akan mendapatkan tambahan pendapatan jelang masa panen sawit. Pendapatan itu dihasilkan dari potensi 3 kali panen dari tanaman padi gogo yang ditanam secara intercropping di sela-sela tanaman sawit muda.
Berdasarkan program serupa dengan kondisi geografis yang sama di Riau, diproyeksikan areal intercropping tersebut mampu menghasilkan 20 ton gabah kering untuk 1 tahun menjelang sawit mulai menghasilkan tandan buah segar.
Jatmiko memastikan, program ini akan terus diperluas. Berdasarkan data Kementan, total perkebunan sawit rakyat di Indonesia mencapai 6,94 juta hektare (ha) di seluruh Indonesia. 40 persen diantaranya atau sekita 2,8 juta ha telah memasuki fase tanaman tua dan harus segera diremajakan.
Sementara, jika luasan areal Tampan selama 5 tahun dapat terwujudkan, petani PSR yang menanam padi intercropping sawit berpeluang menghasilkan sedikitnya setengah juta ton gabah atau 258.491 ton padi untuk masyarakat Indonesia.
Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran, Program Tanam Padi PTPN Tumbuh Subur
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan Ardi Praptono mengatakan, kegiatan penanaman padi gogo merupakan wujud nyata atas sinergi bersama dengan semua pihak.
Kegiatan ini mendukung program swasembada pangan yang harus dicapai secepat-cepatnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
"Kami mendukung penuh apa yang dilakukan ini. Saya kira ini juga perlu didukung oleh petani pekebun. Ini akan memberikan manfaat kesejahteraan," ujar Ardi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.