RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat, jumlah pengguna Byond by BSI mencapai 2 juta user, dengan jumlah transaksi 16 juta pada 2024.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, peluncuran SuperApp Byond by BSI merupakan terobosan perseroan untuk memudahkan transaksi nasabah di era digital.
Peluncuran Byond by BSI mendorong peralihan (shifting) nasabah dan meningkatkan transaksi digital.
Selain Byond by BSI, sejumlah channel untuk mempermudah transaksi juga diperluas dengan penambahan mesin ATM yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, merchant QRIS, serta BSI Agen.
Baca juga : Laba Bersih BNI Meroket Capai Rp 21,5 Triliun Di 2024
“Kehadiran berbagai alternatif digital channel, melengkapi layanan offline channel BSI yang saat ini mencapai 1.039 outlet se-Indonesia,” katanya di Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Hery menuturkan, untuk melengkapi layanan BYOND, dalam waktu dekat BSI akan merilis layanan terintegrasi dalam satu platform yang dapat memberikan seluruh solusi transaction banking bagi nasabah institusi dan perusahaan.
“Layanan terintegrasi tersebut akan sangat user friendly dengan berbagai top fitur. Di antaranya cash management, value chain financing, trade finance, custody, dan investement,” ujarnya.
Tak hanya itu, BSI juga berkontribusi dalam melakukan green activity, di antaranya penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan mencapai Rp 66,50 triliun, naik dari Rp57,7 triliun pada 2023.
Baca juga : Menutup Tahun 2024, Pengguna wondr by BNI Dapat Kiriman Laporan Transaksi Finansial
Portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI ditopang oleh pembiayaan sosial yang mencapai Rp 52,40 triliun dan pembiayaan sumber daya alam yang berkelanjutan (green financing) Rp14,10 triliun.
BSI juga berhasil menerbitkan sustainability sukuk tahap I senilai Rp3 triliun. Berbagai langkah implementasi BSI dalam menunjukkan komitmen net zero emission tersebut menempatkan BSI pada peringkat 4 skor ESG di tingkat global.
“BSI juga mendukung low carbon economy pada setiap operasional dan bisnis dan perusahaan,” ujarnya.
Dari sisi operasional, komitmen BSI ditunjukkan dengan pemakaian kendaraan operasional ramah lingkungan, membangun gedung ramah lingkungan, termasuk pengelolaan air limbah serta pencahayaan yang hemat energi.
Baca juga : Tokcer! Program BINA Diskon 2024 Catat Transaksi Rp 25,4 Triliun
“Selain itu, kontribusi terhadap kemaslahatan umat juga dilakukan untuk program socio ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah serta advokasi,” ucap Hery.
BSI turut mengalokasikan 2,5 persen dari laba kotor sebagai zakat perusahaan. Total zakat BSI untuk tahun 2024 sebesar Rp 232 miliar, naik 22 persen dari penyaluran pada tahun lalu.
Ia berharap, mudah-mudahan dengan memperkuat strategi yang dilakukan, dan istiqomah dalam membangun bank ini melalui satu aktivitas transaction banking yang kuat.
“Suatu hari nanti BSI akan menjadi bank yang dibanggakan, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga di dunia,” pungkas Hery.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.