RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah awal pekan ini dibuka melemah 0,33 persen ke level Rp 16.336 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (7/2/2025) di level Rp 16.283 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia lain mayoritas melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand minus 0,01 persen, won Korea Selatan turun 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,14 persen, yuan China turun 0,15 persen, yen Jepang anjlok 0,38 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,64 persen.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.332
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,28 persen ke level 108,23. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,79 persen ke level Rp 16.935, terhadap poundsterling Inggris naik 0,23 persen ke level Rp 20.235, dan terhadap dolar Australia menguat 0,20 persen ke level Rp 10.233
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah rupiah berpotensi melemah, lantaran dolar AS mendapat angin segar dari kebijakan Presiden Donald Trump.
Baca juga : Kamis Pagi, Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.309
"Dolar menguat oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed serta kebijakan baru Trump, yaitu tarif 25 persen pada impor baja dan aluminium," jelasnya, Senin (10/2/2025).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.250 hingga Rp 16.350 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.