Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca libur panjang, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/1/2025) pagi. Rupiah berada di level Rp 16.220 per dolar AS atau melemah 0,30 persen dibanding perdagangan sebelumnya, Rp 16.180 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di Asia juga bervariasi. Yen Jepang menguat 0,23 persen, baht Thailand menguat 0,10 persen, dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen. Sementara yuan China, peso Filipina, dan won Korea Selatan mengalami pelemahan. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan.
Baca juga : Libur Panjang, Angka Penumpang Whoosh Sentuh Rekor 24.350 Dalam Sehari
Mata uang utama negara maju secara umum menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dan franc Swiss menguat 0,16 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada juga menguat masing-masing 0,14 persen dan 0,10 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi akibat pernyataan hawkish dari Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Mereka mengatakan tidak akan buru-buru menurunkan suku bunga.
Baca juga : Puncak Libur Panjang, 55 Ribu Penumpang Migrasi Dari Jawa Ke Sumatera
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.200 hingga Rp 16.300 per dolar AS hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya