BREAKING NEWS
 

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Zulhas Minta Serapan Beras Petani Digenjot

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 17 Februari 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok), khususnya beras. Termasuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, optimalisasi pengadaan dan distribusi beras menjadi kunci untuk memastikan pasokan tetap stabil di tengah lonjakan permintaan.

“Kami sudah meminta Perum Bulog meningkatkan target penyerapan beras/gabah milik petani yang sedang panen menjadi 25.000 ton per hari. Ini untuk memastikan ketahanan stok menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan dalam ketera­ngannya, Sabtu (15/2/2025).

Zulhas menjelaskan, saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di angka 65.000 ton. Dengan target penyerap­an harian sebesar 25.000 ton, diharapkan stok beras akhir Fe­bruari 2025 dapat mencapai 180.000 ton dan meningkat hingga 1,79 juta ton pada Maret.

Bulog juga diminta menyerap hasil panen petani dengan harga yang telah ditetapkan.

Baca juga : Nikah Nunggu Rezeki

Selain itu, pihak swasta diwajibkan membeli gabah dari petani dengan harga minimal Rp 6.500 per kilogram (kg) untuk mencegah anjloknya harga di tingkat petani.

“Jika ada pihak yang melanggar, akan diberikan sanksi tegas,” tegas Zulhas.

Selain penguatan cadangan beras, Pemerintah akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait Pengelolaan Ketahanan Pangan. Inpres bertujuan untuk menyederhanakan dan memastikan efektivitas pengadaan, pengolahan serta distribusi beras di seluruh Indonesia.

Adsense

Dalam implementasinya, Pemerintah Daerah (Pemda) mulai dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa, akan diwajibkan menggelar pertemuan mingguan untuk memantau hasil panen, harga beras dan memastikan kelancaran distribusi.

“Kolaborasi antara kementerian teknis dan Pemda sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan pangan berjalan efektif,” ucap Zulhas.

Baca juga : Hemat Anggaran Ditarget Tembus Rp 700 Triliun

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan langkah stabilisasi harga pangan berjalan baik menjelang Ramadan dan Lebaran.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah mempertebal stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan mengatur distribusi dari hulu ke hilir.

“Presiden Prabowo telah menegaskan harga pangan harus stabil. Jika harga telur di kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram, itu masih wajar agar peternak tidak merugi,” jelas Arief.

Namun, harga cabe rawit yang masih tinggi menjadi perhatian. Bapanas tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan harga dengan memangkas rantai distribusi.

“Kami menemukan harga di tingkat produsen rendah, tapi di hilir tinggi. Ini yang akan kami atur agar harga lebih stabil,” ucapnya.

Baca juga : Forum Pemred Dan Forum Humas BUMN Kampanye Melawan Disinformasi-Misinformasi

Menurut Arief, tantangan utama pemerintah adalah mengendalikan inflasi pangan (volatile food), yang cenderung naik saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Kuncinya, keseimbangan dari hulu ke hilir. Kita buat harga acuan pembelian agar petani tidak terus menerus dirugikan,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense