Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Usul DPR Agar Program Efisien Dan Berkualitas, MBG Dikelola Orangtua Siswa
Lalu Hadrian Irfani: Bisa Memperkuat Rasa Memiliki Program MBG
Minggu, 16 Februari 2025 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satu bulan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul beragam evaluasi dan usulan.
Salah satu usulannya, agar anggaran makan bergizi dipatok seporsi Rp 10 ribu, dikelola oleh keluarga penerima manfaat.
Usulan itu datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Maria Yohana Esti Wijayati. "Tapi, keluarga atau orangtuanya harus memberikan bekal bergizi," kata Maria di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025), seperti diberitakan Tempo.co.
Baca juga : Menhub Gercep Koordinasi
Maria menilai, hal itu secara tidak langsung bisa mengefisienkan pengeluaran anggaran dan waktu perihal distribusinya.
Selain itu, menurut dia, makanan yang diproduksi orangtua, lebih berkualitas dan kaya gizi, dibandingkan sajian yang dimasak untuk banyak siswa sekaligus.
"Rp 10 ribu dimasak sendiri, akan mempunyai kualitas lebih baik, dibandingkan ketika dimasak bareng-bareng untuk 3 ribu orang," kata Maria.
Baca juga : Prabowo Didukung PAN
Namun, menurut Maria, perlu pengawasan rutin dari pihak sekolah bila pengelolaan makan bergizi gratis diserahkan ke keluarga. Sekolah harus memastikan, pelajar yang menjadi penerima manfaat, setiap hari membawa bekal bergizi.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai, usulan agar MBG dikelola orangtua itu sangat baik. Dia yakin, pelibatan orangtua dalam penyiapan MBG akan transparan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
"Namun harus dipastikan, semua orangtua memiliki komitmen dan kemampuan untuk menjalankan program ini secara konsisten," tegasnya.
Baca juga : BNN Tetap Profesional Memberantas Narkoba
Sedangkan Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim tidak setuju jika MBG dikelola langsung orangtua murid. Dia khawatir, dana MBG malah dipakai untuk kebutuhan lain.
"Apalagi yang kategorinya miskin. Ada kebutuhan seperti bayar kontrakan, membeli gas atau sejenisnya. Itu jika skemanya transfernya diakumulasi satu bulan," ujar Satriwan, Sabtu (15/2/2025).
Untuk membahas topik tersebut lebih lanjut, berikut ini wawancara Rakyat Merdeka dengan Lalu Hadrian Irfani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya