Dark/Light Mode

Usul DPR Agar Program Efisien Dan Berkualitas, MBG Dikelola Orangtua Siswa

Lalu Hadrian Irfani: Bisa Memperkuat Rasa Memiliki Program MBG

Minggu, 16 Februari 2025 07:40 WIB
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu bulan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul beragam evaluasi dan usulan. 

Salah satu usulannya, agar anggaran makan bergizi dipatok seporsi Rp 10 ribu, dikelola oleh keluarga penerima manfaat. 

Usulan itu datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Maria Yohana Esti Wijayati. "Tapi, keluarga atau orangtuanya harus memberikan bekal bergizi," kata Maria di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025), seperti diberitakan Tempo.co.

Baca juga : Menhub Gercep Koordinasi

Maria menilai, hal itu secara tidak langsung bisa mengefisienkan pengeluaran anggaran dan waktu perihal distribusinya. 

Selain itu, menurut dia, makanan yang diproduksi orangtua, lebih berkualitas dan kaya gizi, dibandingkan sajian yang dimasak untuk banyak siswa sekaligus.

"Rp 10 ribu dimasak sendiri, akan mempunyai kualitas lebih baik, dibandingkan ketika dimasak bareng-bareng untuk 3 ribu orang," kata Maria.

Baca juga : Prabowo Didukung PAN

Namun, menurut Maria, perlu pengawasan rutin dari pihak sekolah bila pengelolaan makan bergizi gratis diserahkan ke keluarga. Sekolah harus memastikan, pelajar yang menjadi penerima manfaat, setiap hari membawa bekal bergizi.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai, usulan agar MBG dikelola orangtua itu sangat baik. Dia yakin, pelibatan orangtua dalam penyiapan MBG akan transparan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.

"Namun harus dipastikan, semua orangtua memiliki komitmen dan kemampuan untuk menjalankan program ini secara konsisten," tegasnya.

Baca juga : BNN Tetap Profesional Memberantas Narkoba

Sedangkan Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim tidak setuju jika MBG dikelola langsung orangtua murid. Dia khawatir, dana MBG malah dipakai untuk kebutuhan lain.

"Apalagi yang kategorinya miskin. Ada kebutuhan seperti bayar kontrakan, membeli gas atau sejenisnya. Itu jika skemanya transfernya diakumulasi satu bulan," ujar Satriwan, Sabtu (15/2/2025).

Untuk membahas topik tersebut lebih lanjut, berikut ini wawancara Rakyat Merdeka dengan Lalu Hadrian Irfani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.