RM.id Rakyat Merdeka - Zoho Corporation, perusahaan teknologi global siap mendukung dan meningkatkan akses software bisnis terbaik untuk mempercepat adopsi solusi digital.
Vice President & GM Zoho APAC Gibu Mathew mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan teknologi mutakhir dan nilai luar biasa bagi pelanggan Software as A Service (SaaS).
"Sebagai bagian dari komitmen tersebut, konferensi pengguna Zoho yang disebut Zoholics, kembali diselenggarakan di Jakarta pada Februari 2025, acara tersebut mempertemukan para pemimpin bisnis dan technology enthusiasts," kata Gibu di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Acara ini menghadirkan tiga topik fokus utama. Yakni, solusi untuk Penjualan dan Pemasaran; Keuangan dan SDM; serta Kolaborasi dan alat Developer.
Gibu bilang, Zoholics menjadi platform utama untuk mengedukasi pelaku bisnis di Indonesia tentang bagaimana solusi perangkat lunak Zoho dapat mempercepat transformasi digital.
Baca juga : Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Untuk 15 Golongan Warga
"Tim Zoho hadir di User Conference - Zoholics Indonesia 2025 untuk memberikan bantuan langsung, memfasilitasi diskusi tentang inovasi digital, serta mempererat hubungan dengan klien dan mitra bisnis," ujarnya.
Dalam setahun terakhir, Zoho telah berinvestasi dalam pelatihan dan peningkatan fitur untuk perangkat lunak bisnisnya.
Pada Agustus 2024, Zoho Creator kembali mengadakan program Young Creator di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya dengan program yang lebih luas.
"Untuk pertama kalinya secara global, pelatihan Zoho Creator diberikan kepada 40 dosen di institut tersebut untuk modul Low-Code/No-Code (LCNC), yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran," ucap Gibu.
Pada November 2024, lanjut dia, Zoho mengumumkan kemitraan strategis dengan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Startup Studio Indonesia yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Baca juga : Dukung Kreativitas Digital, PERURI Gelar Pembinaan & Pelatihan Content Creator
"Kolaborasi ini memberikan akses kepada 1.500 startup untuk mengikuti program Zoho for Startups. Program ini menyediakan solusi perangkat lunak senilai lebih dari Rp 60 miliar, memungkinkan para wirausahawan untuk mengeksplorasi alat yang sesuai dengan kebutuhan mereka di berbagai tahap pertumbuhan bisnis," tuturnya.
Gibu menyebut, rangkaian solusi bisnis Zoho berkembang pesat di Indonesia, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan melebihi 30 persen.
Seiring dengan meningkatnya adopsi Zoho sebagai solusi platform, bisnis dapat mengakses perangkat lunak kelas perusahaan besar yang dirancang untuk mendorong transformasi digital dan pertumbuhan. Asisten AI terintegrasi dari Zoho, Zia.
Lebih lanjut Gibu mengatakan, penyediaan alat berbasis AI yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis, sebagai upaya mendukung Strategi Nasional AI Indonesia.
Yakni, untuk meningkatkan kontribusi AI terhadap perekonomian, yang diperkirakan mencapai USD 366 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030, atau sekitar 12 persen dari total PDB Nasional.
Baca juga : Langkah Pembenahan Transportasi Untuk Mengurai Kemacetan Jakarta
"Dengan meningkatnya pengeluaran publik dan swasta di sektor teknologi informasi, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan PDB yang lebih tinggi," ujarnya.
Saat ini ada lima produk terpopuler Zoho di Indonesia. Yakni, Zoho CRM, Zoho One, Zoho Workplace, Zoho Desk dan Zoho Projects.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.