BREAKING NEWS
 

APWIKI Gelar Workshop Online Entrepreneur Berbasis AI

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 22 Februari 2025 20:46 WIB
Workshop Online Entrepreneurship bertema Entrepreneurship dan Artificial Intelligence. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Profesi Wirausaha Informasi dan Komunikasi Indonesia (APWIKI) kembali menghadirkan sesi menarik dalam seri Workshop Online Entrepreneurship yang bertema "Entrepreneurship dan Artificial Intelligence". Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom, dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, Sabtu (15/2/2025). Acara dihadiri oleh para generasi Z, pengusaha muda dan profesional dalam dunia komunikasi.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yaitu Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta Andi Pajolloi Bate dan Dosen Tetap Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Aswad Ishak. Mereka membagikan wawasan mendalam mengenai bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk menciptakan strategi wirausaha yang lebih efektif dan inovatif. 

Ketua APWIKI Pitoyo, dalam sambutannya, menjelaskan mengenai AI dan mengidentifikasi lima masalah bisnis yang dapat diatasi dengan penerapan AI. Kelimanya adalah: kelebihan data dan kelumpuhan analisis, dukungan pelanggan yang tidak efisien, kerusakan manajemen rantai pasokan, sumber daya manusia dan manajemen bakat, dan deteksi penipuan.

Ia juga menyoroti kemungkinan di masa depan bahwa pebisnis akan lebih memilih untuk merekrut pekerja freelance daripada karyawan tetap. Alasannya, fleksibilitas yang ditawarkan model kerja freelance yang memungkinkan pengurangan tenaga kerja tanpa proses administrasi yang rumit.

Baca juga : 961 Kepala Daerah Berbaris Masuk Istana

"AI dapat dikatakan sebagai game-changing, dengan banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia kini dapat digantikan oleh teknologi AI," ujar Pitoyo, seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (22/2/2025).

Tak hanya memberikan pengetahuan, workshop ini juga menjanjikan berbagai keuntungan bagi peserta. Setiap peserta berkesempatan mendapatkan Kartu Keanggotaan APWIKI yang berguna sebagai Tapcash, E-Wallet untuk transaksi digital, serta doorprize menarik. Selain itu, peserta juga akan menerima E-Certificate yang diakui sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan informasi lowongan kerja serta peluang magang yang sangat relevan bagi para calon wirausahawan.

Pemateri pertama, Andi Pajolloi Bate, membahas “Cuan-Cuan AI (Cuan dan Cakap Bersama Akal Imitasi)”. Artificial Intelligence, yang sebelumnya disebut kecerdasan buatan, saat ini AI disebut Akal Imitasi. Faktanya, 63 persen UMKM global sudah menggunakan AI untuk otomatisasi. 

Adsense

Menurutnya, perkembangan AI saat ini begitu pesat, jumlahnya bahkan sampai ratusan di seluruh dunia. Kemunculan AI bukan ancaman, tapi dapat mendukung kegiatan manusia sayang saja belum bisa dioptimalkan terutama dalam strategi wirausaha yang lebih efektif dan inovatif.

Baca juga : Perprindo Gelar Workshop Terkait Permenperin 7/2025 Tentang SNI Elektronika

Menurutnya, konsep AI sama dengan tools yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. AI meniru kecerdasan manusia dalam analisis data, pengambilan keputusan, dan otomatisasi. Sementara itu, manusia memiliki kemampuan berpikir analitis yang luas, tetapi sering kali terhambat oleh keterbatasan dalam analisis data.

"Digitalisasi memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek usaha, seperti meningkatkan kecepatan dan volume produksi, serta efisiensi operasional lainnya," ujar Andi.

Tahapan pemanfaatan AI untuk memulai bisnis, bisa menggunakan ChatGPT, DeepSeek, Gemini, Meta AI untuk riset ide bisnis, desain logo dengan Canva AI/MidJourney dan lainnya. Kemudian, menjadwalkan media sosial dengan Buffer (AI-based scheduling). Tahap akhirnya dapat membangun took online dengan Shopify AI.

"Dengan adanya berbagai aplikasi, generasi muda yang tinggal di kota atau desa dapat memanfaatkan aplikasi tersebut dalam mendukung usahanya dan itu bisa pasarkan tidak hanya bisa di dalam negeri tapi luar negeri," ungkapnya.

Baca juga : Para Tokoh Apresiasi Talent Management Berbasis AI Ary Ginanjar

Sementara, pemateri kedua, Aswad Ishak, membawakan materi berjudul “Wirausaha, Butuh Riset Pasar?" Dia menuturkan, bagi mahasiswa atau generasi muda yang ingin memulai bisnis atau membangun sebuah bisnis, wirausaha perlu melakukan riset pasar. Hal tersebut untuk mengetahui cara memahami konsumen (need and want), mengerti kondisi individu dan lingkungan yang memengaruhi konsumen membeli, memetakan kompetensi yang terjadi dengan produk sejenis atau memiliki kemiripan, dan memperoleh consumer insight atau pemahaman mendalam tentang perilaku, kebutuhan, dan motivasi konsumen.

"Dengan riset pasar, seorang yang akan berwirausaha sudah tahu produk apa yang akan di jual, kebutuhan konsumennya apa. Selain memanfaatkan media sosial, AI, kualitas produk, pelayanan dan mental pantang menyerah menjadi modal dasar dalam memulai usaha" ujar Aswad Ishak.

Dengan acara ini, APWIKI menunjukkan komitmen untuk memberikan platform bagi kalangan muda dalam mengeksplorasi dunia wirausaha yang semakin dinamis dan berbasis teknologi. APWIKI mengajak generasi muda, bersama-sama mewujudkan inovasi dan kolaborasi dalam wirausaha di era digital ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense