RM.id Rakyat Merdeka - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendorong Pertamina kembali menjadi perusahaan negara yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dan langsung berada di bawah kendali Presiden.
Pernyataan sikap ini disampaikan Presiden FSPPB, Arie Gumilar, dalam acara Penutupan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX Periode 2025-2027 yang bertema “PKB Sebagai Pilar Penguatan SDM untuk Kedaulatan Energi Nasional”, di Hotel Patra, Tuban, Kuta, Badung, Bali, Jumat (21/2/2025).
Baca juga : Sah, 481 Pasang Kepala Daerah Dilantik Presiden Prabowo di Halaman Istana
Arie menegaskan, integrasi penuh Pertamina akan mengembalikan perannya sebagai penggerak utama Kedaulatan Energi Nasional. Dengan kebijakan ini, diharapkan harga BBM dapat lebih dikendalikan dan percepatan menuju swasembada energi bisa terwujud.
“Kami bersama seluruh elemen bangsa siap mengawal transformasi ini demi energi yang lebih terjangkau, merata, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Baca juga : Ini Strategi BRI Jaga Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Seruan ini muncul di tengah dinamika industri energi yang terus berkembang, dengan tantangan global dan nasional yang menuntut kebijakan strategis dalam pengelolaan sumber daya energi. FSPPB berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk memastikan ketahanan energi nasional yang kuat dan mandiri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.