BREAKING NEWS
 

Soal Pembentukan Badan Pengelola Investasi

Mandiri & Mind ID Dukung Danantara Kerek Ekonomi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 27 Februari 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, mendukung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk menjadi katalis utama mempercepat industrialisasi serta meningkatkan daya saing nasional. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi me­ngatakan, pihaknya akan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekono­mi nasional. Melalui penguatan ekosistem BUMN dan optimali­sasi aset strategis negara.

“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri memandang BPI Danantara sebagai langkah stra­tegis dalam memastikan optimalisasi sumber daya nasional, yang lebih efisien dan produktif,” kata Darmawan di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Dengan pendekatan yang terintegrasi, kata Darmawan, Danantara diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah industri nasional, memperkuat sinergi antar-BUMN. Termasuk mengakselerasi hilirisasi sektor-sektor strategis yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Darmawan menegaskan, inisiatif ini akan memperkuat ekosistem ekonomi menjadi le­bih solid dan berdaya saing di tingkat global. 

“Ini sejalan dengan tujuan pembentukan BPI Danantara, yakni untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan ekonomi yang dimiliki BUMN,” katanya.

Bank Mandiri juga berkomitmen meningkatkan sinergi Mandiri Group untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan mendorong pelaksanaan prog­ram strategis nasional dan pencapaian target pembangunan Pemerintah.

Baca juga : Mendag Patok Transaksi Ratusan Triliun Rupiah

Darmawan menilai, BPI Da­nantara dibentuk untuk mengkonsolidasikan berbagai aset strategis nasional, dalam satu entitas yang lebih terintegrasi dan efisien. 

Menurutnya, pengelolaan aset negara dapat dioptimalkan guna meminimalkan ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan mempercepat industrialisasi berbasis nilai tambah.

Salah satu prioritas utama yang diemban oleh BPI Danantara, yakni mendukung industrialisasi nasional melalui strategi hilirisasi. 

Dengan mengurangi ekspor bahan mentah dan meningkatkan pengolahan di dalam negeri, Danantara diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri dan mendorong penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia.

Dia menegaskan, sebagai sa­lah satu institusi terbesar di Indonesia, Bank Mandiri siap berperan aktif mengimplementasi kebijakan Danantara melalui berbagai layanan keuangan. Antara lain, dengan menyediakan akses pendanaan yang lebih ter­arah dan efisien.

Adsense

Bank Mandiri juga turut berperan dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional, yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Untuk itu, dia berharap Bank Mandiri terus berkontribusi da­lam membangun perekonomian dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia. 

Baca juga : Dituding Gatal, Dibela Jedar

“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, yang sejalan dengan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Darmawan.

Senada, Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso menegaskan, hadirnya Danantara bagian dari transformasi BUMN dalam mengoptimalkan aset negara. Ini dilakukan agar mampu memberikan nilai tambah berlipat ganda bagi perekonomian Indonesia.

Dengan pengelolaan investasi yang lebih strategis, Danantara diharapkan mampu menjadi akselerator dalam meningkatkan daya saing industri berbasis sumber daya alam.

“Termasuk bermanfaat bagi kesuksesan program hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia,” tutur Hendi di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Hendi menambahkan, Mind ID konsisten menjalankan mandat pengelolaan cadangan dan hilirisasi mineral batu bara secara terintegrasi sehingga mam­pu meningkatkan kinerja pe­rusahaan, sekaligus kontribusi bagi penerimaan negara.

“Dengan komitmen kuat terhadap hilirisasi dan industrialisasi, kami yakin pendirian Danantara akan membawa dampak nyata bagi kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan,” ucap Hendi.

Menyoal ini, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan, dengan permo­dalan yang lebih kuat, Danantara bisa mempercepat membantu Pemerintah merealisasikan hili­risasi dan transisi energi yang selama ini sulit dilakukan.

Baca juga : Kejagung Usut Korupsi Minyak Mentah 193 T

Dengan mengkonsolidasikan sumber daya strategis nasional dan mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN, Danantara akan menjadi katalis bagi industrialisasi berbasis nilai tambah.Serta memastikan, bahwa ke­kayaan alam negeri ini tidak lagi diekspor mentah, tetapi diolah dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

“Danantara bisa menjadi harapan untuk mempercepat realisasi proyek-proyek dari transisi energi,” tegas Bhima kepada Rakyat Merdeka, Rabu (26/2/2025).

Menurut Bhima, pembentukan Danantara juga bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan keuangan negara.

Sebagai Badan Pengelola Investasi, Danantara berpotensi menjadi platform untuk mena­rik modal asing dan domestik ke Proyek Strategis Nasional (PSN), tanpa terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Danantara bisa menjadi menarik investasi, terutama pada energi baru terbarukan,” pungkas Bhima. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense