BREAKING NEWS
 

Perusahaan Dunia Sambut Positif Hadirnya Danantara

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Sabtu, 1 Maret 2025 13:12 WIB
Kantor Danantara. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - BP Investasi Danantara yang baru diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dinilai berpeluang dorong perekonomian Indonesia. Hal ini diungkap oleh beberapa perusahaan dunia yang bergerak di bidang bisnis dan keuangan, seperti McKinsey, JP Morgan, dan FTSE Russell.

Danantara, yang merupakan akronim dari Daya Anagata Nusantara, adalah badan pengelola investasi nasional yang dibentuk untuk mengelola aset BUMN, yang terpisah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui investasi strategis.

Nama ini memiliki makna filosofis: 'Daya' berarti energi atau kekuatan, 'Anagata' berarti masa depan, dan 'Nusantara' merujuk pada Tanah Air Indonesia.

Dengan Danantara, pemerintah berharap dapat memperkuat perekonomian nasional dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga : Istana: Pemerintah Dukung Kejagung Usut Korupsi Minyak Mentah

FTSE Russell, yang merupakan penyedia indeks pasar saham global, juga beranggapan serupa. Wanming Du, Policy Director FTSE Russell, dalam forum yang sama, menyebut kehadiran Danantara merupakan langkah besar bagi Indonesia dalam menarik investasi global. 

Ia mencatat dengan proyeksi aset kelolaan sekitar US$900 miliar, Danantara dapat menjadi sovereign wealth fund terbesar ketujuh di dunia. Agar mencapai potensi tersebut, ia menyarankan agar Danantara menerapkan strategi investasi yang terdiversifikasi serta transparansi tinggi.

“Jika melihat contoh-contoh di masa lalu, di mana dana kekayaan negara berinvestasi pada potensi infrastruktur dasar, yang membantu mendukung pertumbuhan ekonomi, mendukung pertumbuhan tersebut. Dan hal ini akan mendatangkan banyak hal [investor asing], investasi asing, FDI, misalnya,” ujar Wanming Du dalam keterangannya, Sabtu (1/3).

Adsense

JP Morgan juga menyambut positif lahirnya Danantara. Henry Wibowo, Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan, sebelum peluncuran Danantara, menyatakan bahwa Danantara berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia dalam waktu dekat. 

Baca juga : Kenari Djaja Komit Hadirkan Inovasi Dan Desain Arsitektur Modern

“Danantara bisa menjadi katalis positif. Tapi untuk selanjutnya, kita harus melihat detailnya setelah diresmikan Presiden,” ujarnya dalam sebuah forum di Jakarta 21 Februari lalu.

Nina eksekusinya baik, menurut Henry, Danantara bisa menjadi nilai tambah bagi Indonesia.

"Jika Danantara bisa leverage up, misalnya, USD 1 miliar-USD 3 miliar dipakai untuk support pasar modal, baik itu ekuitas, obligasi. Saya bisa katakan hal itu membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita, jadi katalis positif dalam waktu dekat harapannya,” kata dia.

Sementara itu, McKinsey & Company, menilai bahwa Danantara berpotensi menjadi alat untuk Indonesia mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Puncak Perayaan Dies Natalis ke-75, FKUI Hadirkan Pentas Wayang Orang

"Dengan adanya badan pengelola investasi seperti Danantara dapat menjadi wadah bagi pemerintah untuk mengonsolidasikan aset negara, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya, yang berpeluang menjadi langkah strategis dalam mendorong perekonomian Indonesia," ujar Khoon Tee Tan, Managing Partner Indonesia, McKinsey & Company, dikutip dari Bloomberg Technoz, Sabtu (1/3).

Menurut dia konsep badan pengelola investasi seperti Danantara bukanlah hal baru di dunia dan terbukti sukses beberapa negara.

"Sejumlah negara telah menerapkan model serupa, seperti di Singapura, Malaysia, dan Norwegia. Banyak di antaranya telah membuktikan prestasinya sebagai institusi yang berhasil menggenjot perekonomian negara," jelas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense