BREAKING NEWS
 

Kembangkan CCS di Indonesia, PHE Gandeng Lembaga Multinasional

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 1 Maret 2025 21:12 WIB
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggandeng lembaga multinasional untuk mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia. (Dok. PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggandeng lembaga multinasional untuk mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian teknis PHE, menyelaraskan praktik terbaik global, serta mengembangkan model bisnis berkelanjutan untuk penyimpanan karbon.

Melalui kerja sama ini, PHE akan mendapatkan dukungan teknis dan berbagi pengetahuan mengenai implementasi teknologi CCS yang efektif, mekanisme pembiayaan, serta pengamanan lingkungan.

Langkah ini diharapkan menjadi pondasi bagi keberlanjutan industri CCS di Indonesia.

CCS telah terbukti mampu mengurangi emisi industri dengan menangkap karbon dioksida sebelum mencapai atmosfer dan menyimpannya dengan aman.

Baca juga : Dekadensi Atau Pembengkakan Kualitas?

Teknologi ini menjadi solusi penting bagi industri yang menghadapi tantangan dalam transisi ke energi terbarukan.

Meski Indonesia memiliki potensi geologi besar untuk penyimpanan karbon dan pengembangan CCS dalam skala luas, keberhasilannya memerlukan dukungan kebijakan yang kuat, keahlian teknis, serta investasi signifikan.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, PHE memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai nilai CCS dengan menawarkan solusi penyimpanan dan transportasi CO₂ bagi industri domestik dan internasional.

Adsense

Langkah ini sejalan dengan strategi Indonesia untuk mendekarbonisasi sektor energi dan industri, sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

PHE akan mengembangkan model bisnis CCS yang terintegrasi, mencakup transportasi, injeksi, dan pemantauan CO₂ jangka panjang, dengan memanfaatkan keahliannya dalam operasi hulu migas serta penyimpanan geologi.

Baca juga : Jagain Lingkungan, PPLI Gandeng Awak Media

"Ketika dunia beralih ke energi yang lebih bersih, Indonesia harus menemukan jalannya sendiri menuju masa depan yang berkelanjutan. Kami melihat CCS sebagai bagian dari solusi utama," ujar Direktur Keuangan dan Investasi PHE Dannif Utojo Danusaputro dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/3).

"Melalui kerja sama ini, kami dapat memanfaatkan keahlian global untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan lanskap energi Indonesia. Kemitraan ini menjadi langkah penting dalam mendorong proyek CCS yang dapat diterapkan secara efektif di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, PHE melihat peluang untuk memperluas portofolio bisnisnya dengan menyediakan layanan penyimpanan dan transportasi CO₂ guna mendukung industri penghasil emisi dalam mencapai target dekarbonisasi mereka.

Guna menghindari dampak terburuk perubahan iklim, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) memperkirakan bahwa emisi karbon global harus turun sebesar 43 persen pada tahun 2030.

Dengan mempercepat penerapan CCS, kerja sama ini tidak hanya akan membantu Indonesia memenuhi komitmen iklimnya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca juga : BPKH Limited Kenalkan Bumbu Pasta Khas Indonesia Untuk Katering Jemaah Haji

Sebagai bagian dari komitmennya, PHE terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan fraud serta menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016.

PHE berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional, guna mewujudkan visi sebagai perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang environmental-friendly, socially responsible, dan menerapkan good governance.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense