Dark/Light Mode

Moderasi Beragama Di Indonesia (38)

Dekadensi Atau Pembengkakan Kualitas?

Sabtu, 1 Maret 2025 05:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Melihat perkembangan kehidupan masyarakat belakangan ini, seolah muncul dua sikap. Pertama kelompok yang pesimistik, menilai perkembangan masyarakat mengalami stagnan bahkan dekaden. Hal ini ditandai lahirnya masyarakat yang cenderung meninggalkan tata karma dan keadaban publik.

Kedua, kelompok yang optimis, beranggapan yang terjadi di dalam masyarakat bukan sesuatu yang stagnan sehingga mengharuskan kita pesimistik. Akan tetapi yang terjadi sesungguhnya ialah pembengkakan kualitas umat, sehingga daya kritis mereka semakin berkembang.

Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 2)

Pencapaian indeks kualitas hidup rata-rata bangsa Indonesia semakin bagus yang ditandai peningkatan angka pertumbuhan berbagai penilaian bangsa yang mengesankan. 

Indonesia termasuk Negara G-21 dengan skala pertubuhan ekonomi sekitar 5 %, di samping angka pengangguran yang cenderung terkoreksi secara positif.

Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 1)

Satu fenomena sering memicu pandangan kritis, seolah-olah di kalangan masyarakat terjadi pergeseran nilai. Akhlak dan kesantunan publik dinilai stagnan dan dekaden. 

Dari sisi lain, kelompok ini menampakkan rasa pesimistiknya di dalam mendayuh perjalanan bangsa di masa depan. Mereka menilai bangsa ini sudah mengalami disorientasi dan kehilangan identitas aslinya. Nilai-nilai luhur budaya dan agama ditenggelamkan oleh nilai-nilai fragmatisme dan kepentingan jangka pendek. 

Baca juga : Belajar Kearifan Dari The Founding Fathers

Musyawarah ditentukan oleh kepentingan dan uang. Dalam dunia suksesi kepemimpinan, baik dalam lingkup pemimpin formal seperti pemerintahan maupun dalam lingkup swasta dan paguyuban, di mana-mana uang ikut berbicara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.