BREAKING NEWS
 

eFishery Berhenti Beroperasi, Petani Ikan Harapkan Keberlanjutan Program

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 3 Maret 2025 12:42 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - eFishery, startup teknologi akuakultur yang tengah menghadapi pemeriksaan kasus fraud, kini resmi menghentikan operasionalnya.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran bagi puluhan ribu petani ikan yang selama bertahun-tahun bergantung pada teknologi dan program eFishery untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan mereka.

Mujahid, Ketua Kelompok Petani Ikan di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa teknologi eFishery, khususnya eFisheryFeeder, telah membantu petani mengurangi biaya pakan dan meningkatkan hasil panen.

"Sebelum pakai eFisheryFeeder, kami sering boros pakan sehingga sulit bersaing karena biaya tinggi. Sekarang, kami bisa lebih hemat dan hasil panen lebih baik," ujar Mujahid dalam keterangannya kepada media, Senin (3/2).

Tak hanya itu, akses pembiayaan yang difasilitasi oleh eFishery juga dianggap sangat membantu para petani.

Baca juga : Kakorlantas: Operasi Ketupat Akan Disesuaikan dengan Tol Fungsional

"Sebelum ada eFishery, kami susah cari modal. Sekarang, kami bisa pinjam uang dengan mudah dan bayarnya dicicil sesuai hasil panen," tambahnya.

Dengan skema tersebut, Mujahid mengaku mendapatkan margin keuntungan hingga Rp 3.000 per kilogram ikan yang dipanen.

Mario, seorang petani ikan di Ciseeng, Bogor, juga mengapresiasi keberadaan eFishery, terutama fasilitas kredit seperti KABAYAN (Kasih Bayar Nanti) yang mempermudah pembelian pakan.

"Kredit ini memberikan kelonggaran dalam pembayaran, sehingga kami bisa fokus pada budidaya," jelasnya.

Sempat Menunjukkan Pertumbuhan Impresif

Adsense

Meskipun kini dihantam skandal, eFishery sempat mencatat pertumbuhan bisnis yang mengesankan.

Baca juga : Sempat Pakai Alat Bantu Napas, Paus Kini Sudah Bisa Sarapan Dan Baca Koran

Berdasarkan laporan FTI yang beredar, perusahaan ini meraih tambahan pendapatan Rp 2 triliun pada 2023, atau tumbuh 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kesuksesan tersebut tak lepas dari dukungan investor besar. Data Tracxn mencatat bahwa eFishery telah mengamankan pendanaan sebesar 294 juta dolar AS dari berbagai investor nasional dan internasional, seperti Northstar Group, Temasek, Softbank, dan Aqua Spark.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa eFishery telah melewati verifikasi ketat dari puluhan investor global yang melihat potensi besar dalam teknologi dan model bisnisnya.

Di tengah polemik yang terjadi, banyak pihak masih melihat eFishery sebagai bagian penting dalam transformasi industri akuakultur di Indonesia.

Prof. Dr. Yudi Nurul Ihsan, pakar perikanan dari Universitas Padjadjaran, menyebut startup ini sebagai pelopor digitalisasi perikanan.

Baca juga : Media Gathering Di Beijing, Dubes Djauhari Oratmangun Paparkan Kebijakan Prabowo

"Keberadaan eFishery membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Namun, tantangan dalam manajemen keuangan menjadi pelajaran penting bagi startup di sektor agritech," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pendampingan oleh pakar di bidangnya agar startup tetap berada pada jalur yang benar.

Kini, dengan berhentinya operasional eFishery, masa depan para petani ikan yang selama ini bergantung pada teknologi dan pembiayaan dari startup tersebut menjadi tidak pasti.

Mereka berharap, ada solusi agar program yang telah memberikan dampak positif ini tetap bisa berjalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense