BREAKING NEWS
 

Sinergi BCA Dan Kementerian PPPA Hadirkan Layanan SAPA 129

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 4 Maret 2025 20:57 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kedua kanan) dan Menteri PPPA Arifah Fauzi (kedua kiri) pada saat peluncuran Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. (Foto: Dok. BCA)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), meningkatkan Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. 

Kolaborasi dijalin untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan sistem respons serta IT Layanan SAPA 129

Kemitraan ini dijalin BCA seiring komitmen perseroan untuk mewujudkan pembangunan inklusif yang berkelanjutan. 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kesejahteraan perempuan dan anak menempati peran krusial dalam proses penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

“BCA yakin, keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, dan kesejahteraan anak, merupakan hal yang penting dan harus dijamin,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/3/2025). 

Tak hanya itu, menyambut Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret mendatang, BCA mengambil langkah dengan menjalin kemitraan bersama Kementerian PPPA untuk mengoptimalkan layanan SAPA 129. 

Baca juga : Antisipasi Macet, Kementerian PU Petakan Titik Rawan di Jalur Mudik Lebaran

“Kami berupaya memperkuat kapasitas Layanan SAPA 129 sebagai garda terdepan perlindungan, memastikan mereka yang membutuhkan dapat terlayani dengan cepat, sehingga para korban dan penyintas dapat memperoleh keadilan dan kembali mengembangkan potensi terbaik," ujar Jahja.

Layanan SAPA 129 merupakan hotline yang dikelola Kementerian PPPA, untuk mempermudah akses masyarakat dalam melaporkan atau mengajukan aduan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Jahja menambahkan, dalam memberikan informasi dan bantuan kepada nasabah dan masyarakat, BCA selama ini telah memiliki layanan call center bernama Halo BCA yang dapat diakses setiap saat. 

“Per harinya, layanan Halo BCA dapat menerima ratusan ribu kontak dari nasabah melalui panggilan telepon, media sosial, maupun chat di aplikasi haloBCA,” ungkapnya. 

Adsense

Pengetahuan dan pengalaman dari pengelolaan Halo BCA, menurut Jahja akan menjadi salah satu acuan untuk mengembangkan Layanan SAPA 129 menjadi pusat layanan pengaduan modern, mudah diakses, serta mampu memberikan solusi yang cepat dan andal bagi masyarakat. 

Jahja membeberkan, dalam berkolaborasi dengan Kementerian PPPA ada beberapa tujuan yang ingin dicapai. Meliputi, meningkatkan kapasitas SDM Layanan SAPA 129. 

Baca juga : Gandeng Gogo Bike, Ancol Taman Impian Hadirkan Pengalaman Baru Jelajahi Ancol

Mengembangkan sistem respons Layanan SAPA 129 yang menghubungkan layanan pengaduan dengan unit/lembaga terkait. Mengembangkan sistem IT untuk Layanan SAPA 129. 

LaluQuality control kinerja SDM dan kualitas Layanan SAPA 129, serta sosialisasi dan promosi Layanan SAPA 129, dan lainnya. 

Di kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi terhadap dukungan BCA dalam memperkuat layanan pengaduan bagi perempuan dan anak.

Perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan pembangunan yang inklusif. 

“Kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta, termasuk BCA, memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem perlindungan bagi korban kekerasan,” tuturnya. 

Ia berharap, kemitraan ini tidak hanya melahirkan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan pengaduan, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam mempercepat respons dan efektivitas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga : Menteri ESDM Dorong Sinergi Pusat Dan Daerah Wujudkan Ketahanan Energi

Komitmen BCA dalam mendorong kesetaraan dan inklusivitas tidak hanya tercermin dalam kolaborasi ini, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang menjangkau kelompok rentan termasuk sahabat disabilitas. 

Salah satu wujudnya yaitu pada program ‘The Beauty of Disabilities: Make Up Class with BCA’ di bawah payung Bakti BCA untuk membekali sahabat disabilitas dengan keterampilan tata rias profesional. 

BCA juga terus berupaya mewujudkan kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan meningkatkan peran perempuan di level manajer senior dan direktur. 

"Komitmen ini tercermin dari komposisi pekerja perempuan di BCA yang mencapai 61,1 persen dari total tenaga kerja pada 2024," pungkas Jahja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense