RM.id Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas mengeluarkan langkah inovatif yang diimplementasikan pada kargo curah cair sejak tahun 2024.
Yaitu, penggunaan sistem portable drop tank yang dilengkapi pompa submersible untuk menangani kargo curah cair, terutama CPO (Crude Palm Oil) di PTP Nonpetikemeas Cabang Pangkal Balam.
Sebelum adanya inovasi ini, transit antara proses bongkar dari truk dan muat ke tongkang menggunakan pola operasi eksisting (truck losing) sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Setelah diimplementasikannya pompa submersible dan drop tank, truck losing diubah menjadi drop tank process yang memperbolehkan 4 truck untuk bongkar muat sekaligus sehingga cargo curah cair yang telah dibongkar dapat dipompa ke tongkang melalui pompa listrik.
Baca juga : Alasan Dinilai Tak Patut, KPK Kembali Panggil Hasto Pekan Ini
Dengan demikian, pola operasi menjadi lebih efektif dan menurunkan port stay serta labor wage. Perubahan penggunaan fasilitas bongkar muat ini merupakan respons perusahaan terhadap berbagai tantangan operasional untuk mempercepat durasi layanan berthing.
Selain itu, inovasi juga memberikan dampak positif pada aspek HSSE (Health, Safety, Security, & Environment). Dengan bersifat ramah lingkungan, inovasi dapat mencegah terjadinya pencemaran air, udara, dan perairan.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas Dwi Rahmad Toto S menjelaskan, inovasi terbaru di Pelabuhan Pangkal Balam telah berhasil mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kinerja operasional.
"Penggunaan portable drop tank dengan pompa submersible ini berfungsi sebagai media transit untuk proses bongkar dari truk dan pemuatan ke tongkang dengan cara yang lebih efektif dan efisien," kata Toto, Kamis (6/3/2025).
Baca juga : Gugatan Praperadilan Ditolak, Hasto Tetap Jadi Tersangka KPK
Sementara itu, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam Alamsyah menambahkan, dengan sistem baru ini, tercatat adanya penurunan biaya operasional dan perawatan dari Rp4.000 per ton menjadi Rp2.800 per ton.
Alamsyah menjelaskan, sistem ini juga memungkinkan pemompaan kargo yang lebih efisien melalui pipa, dengan pompa berkapasitas 200 ton per jam dan selang berdiameter 6 inci, yang mempersingkat waktu bongkar muat. Sebelumnya, kapasitas pompa hanya 40 ton per jam dengan selang 4 inci.
"Selain itu, sistem truck losing juga mempercepat waktu bongkar muat, dengan kemampuan melayani empat truk bongkar dalam satu kali kegiatan," ujarnya.
Adapun, sejak implementasi sistem pompa submersible dan drop tank pada semester kedua 2024, kinerja operasional Pelabuhan Pangkal Balam tercatat meningkat signifikan.
Baca juga : Buntut Kebijakan Imigrasi Di AS, 2 WNI Yang Ditahan Dalam Keadaan Baik
Hal ini terlihat dari peningkatan Ton/Gang/Hour (TGH) yang mencapai 114,05 pada tahun 2024, dibandingkan dengan 46,49 pada tahun 2023.
Efisiensi juga tercermin dari penurunan rasio biaya operasional (BOPO) yang tercatat sebesar 68,69 persen pada Januari 2025, lebih rendah dibandingkan dengan 75,74 persen pada Januari 2024.
PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam melayani beragam komoditas dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri, termasuk pupuk, semen, bahan bangunan, karet, bungkil, cangkang, dan petikemas.
Pelabuhan Pangkal Balam mengoperasikan terminal multipurpose dengan beberapa dermaga, yaitu Dermaga Beton, Dermaga Sheet Pile 1 dan 2, Dermaga Perahu Layar, serta Dermaga Ketapang I.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.