BREAKING NEWS
 

Permintaan Gas Meningkat, PGN Ngebut Bangun Infrastruktur

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 10 Maret 2025 20:59 WIB
Direktur Utama PGN Arief S. Handoko (kedua dari kanan). (Dok. PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) semakin agresif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi pada tahun 2025.

Berbagai proyek strategis mulai digarap untuk mendukung swasembada energi nasional dan memastikan distribusi gas yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PGN Arief S. Handoko menyatakan, integrasi infrastruktur pipa dan non-pipa menjadi kunci dalam memenuhi permintaan gas yang terus meningkat.

“Dengan pendekatan ini, PGN dapat lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pelanggan serta memperluas pasar gas bumi di Indonesia,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).

Arief menerangkan, PGN tetap melanjutkan konektivitas melalui jaringan pipa distribusi di Indonesia Bagian Barat untuk kehandalan dan akses ke pelanggan baru.

Beberapa proyek utama yang menjadi fokus tahun ini meliputi, Pipa Dumai - Sei Mangke untuk mengalirkan gas bumi dari Sumatera Utara & Aceh ke Sumatera bagian tengah dan selatan.

Baca juga : Menteri PKP & Mendikdasmen Bahas Pembangunan Rumah Guru

Kemudian pemanfaatan Pipa Transmisi Cirebon - Semarang (Cisem), untuk mengalirkan surplus gas dari wilayah Jawa Timur ke Jawa bagian Barat.

Selain itu, terdapat proyek untuk konversi BBM ke gas pada Kilang Cilacap dan perluasan akses gas bumi di Pulau Jawa sisi selatan, melalui proyak Pipa Tegal-Cilacap.

"Tahun 2025, jargas menjadi prioritas dengan target penambahan sebanyak 200.000 sambungan rumah (SR)," katanya.

Selain itu, PGN juga mengembangkan Pipa Bintuni – Fakfak, yang berpotensi menjadi sumber pasokan gas untuk pabrik petrokimia serta kawasan industri di Makassar, Parimo, Morowali, dan Teluk Bintuni.

Ekspansi Infrastruktur

Adsense

Untuk mengatasi ketimpangan pasokan gas, PGN juga mengembangkan infrastruktur beyond pipeline, seperti fasilitas LNG di Indonesia tengah dan timur.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi permintaan gas dari sektor smelter dan pembangkit listrik.

Baca juga : Perkuat Hilirasi Migas, PGN Fokus Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi

PGN bekerja sama dengan PLN EPI untuk gasifikasi pembangkit listrik di Papua Utara, guna mengurangi ketergantungan pada BBM.

“Pembangunan infrastruktur LNG menjadi solusi bagi tantangan defisit pasokan di Indonesia bagian barat dan pertumbuhan permintaan di wilayah tengah serta timur,” kata Arief.

Revitalisasi Tangki LNG Hub Arun

PGN juga mempercepat proyek revitalisasi Tangki LNG Hub Arun, khususnya tangki F-6004, untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan LNG.

"Saat ini, progres konstruksi proyek ini telah mencapai sekitar 73 persen," jelas Arief.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus berkomitmen untuk mendukung agenda energi nasional.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menetapkan rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional.

Baca juga : Daya Beli Meningkat, Manufaktur Tumbuh

Termasuk pembangunan Pipa Batang – Cirebon dan Dumai – Sei Mangke sebagai prioritas.

Di kawasan tengah dan timur Indonesia, strategi pengembangan mini LNG dan terminal LNG menjadi fokus utama guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik, terutama di wilayah kepulauan.

Dengan berbagai proyek strategis yang mulai berjalan, PGN optimistis dapat berkontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense