BREAKING NEWS
 

Pelindo Multi Terminal Optimalkan Transformasi Pelabuhan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 13 Maret 2025 11:50 WIB
Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kinerja pelabuhan nonpetikemas. (Foto: Dok. Pelindung Multi Terminal)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kinerja pelabuhan nonpetikemas di seluruh terminal yang dikelola. 

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat operasional dan mendukung efisiensi logistik nasional. 

Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto mengatakan, transformasi pelabuhan dilakukan dengan berlandaskan enam prinsip utama proses bisnis, sumber daya manusia (SDM), teknologi, peralatan, infrastruktur, serta health, safety, security, and environment (HSSE). 

"Sejak akhir 2022, transformasi ini terus berjalan secara berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan produktivitas pelabuhan serta memperpendek waktu singgah kapal (port stay)," kata Arif di Jakarta, Kamis (13/3/2025). 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Optimalkan Manfaat Kepesertaan

Salah satu hasil nyata dari transformasi ini adalah peningkatan produktivitas bongkar muat komoditas curah kering di Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya. 

Produktivitasnya meningkat 51 persen dari 1.499 ton/ship/day (T/S/D) menjadi 2.266 T/S/D. Selain itu, port stay di terminal ini berkurang dari 58 jam menjadi 50 jam, menunjukkan efisiensi yang signifikan.

Selain meningkatkan produktivitas, kata Arif, Pelindo Multi Terminal juga mencatat pertumbuhan arus bongkar muat pada tahun 2024.

Adsense

Arus bongkar muat komoditas general and bag cargo mencapai 30,25 juta ton/M³, tumbuh 19,55 persen year-on-year (yoy). 

Baca juga : Telkom Akselerasi Transformasi Untuk Perkuat Ekosistem Digital Merah Putih

Sementara, arus barang curah kering seperti batu bara, bijih besi, gula, dan kedelai mencapai 59,08 juta ton, naik 7,15 persen (yoy). 

Peningkatan juga terjadi pada arus kendaraan, yang tumbuh 21,63 persen dibandingkan tahun 2023 menjadi 1,84 juta unit.

Komoditas gas pun mengalami kenaikan 5,86 persen (yoy) menjadi 13,97 MMBTU. Transformasi ini juga mencakup implementasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose), yang memungkinkan operasi terminal berbasis planning and control

Dengan sistem ini, pengelolaan operasional menjadi lebih tersentralisasi dan terstandarisasi, meningkatkan efisiensi di setiap pelabuhan yang dikelola.

Baca juga : Sarinah Jalin Kerja Sama dengan Sektor Transportasi & Hotel untuk Permudah Wisatawan

Adapun, Pelindo Multi Terminal saat ini mengelola 20 cabang yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, terdapat tiga anak perusahaan yang turut berperan dalam pengelolaan pelabuhan, yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT/IPCC), dan PT Terminal Curah Utama. 

Arif menambahkan, bahwa Pelindo Multi Terminal juga membuka peluang kemitraan strategis untuk percepatan modernisasi pelabuhan. 

"Kami terus berupaya bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan daya saing logistik nasional, yang pada akhirnya memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia," pungkas Arif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense