BREAKING NEWS
 

Selama Ramadan

Halodoc Dukung Kesehatan Masyarakat Lewat Kampanye #SehatTanpaCobaan

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 15 Maret 2025 13:12 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai layanan kesehatan digital yang berkomitmen untuk mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat, Halodoc menyadari pentingnya memahami tren kesehatan selama Ramadan.

Di bulan suci ini, Ramadan menjadi momen penuh makna, namun juga penuh tantangan.

Halodoc percaya bahwa menjaga kesehatan tidak perlu menjadi masalah dan tantangan tambahan.

Oleh karena itu, Halodoc meluncurkan kampanye #SehatTanpaCobaan yang bertujuan menyediakan solusi kesehatan yang mudah diakses, kapan saja dan di mana saja.

Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria menyampaikan, selama Ramadan, perubahan gaya hidup dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan.

Baca juga : Semarakan Ramadan, Polytron Luncurkan Kampanye Kilometer Kebaikan

"Salah satu masalah kesehatan yang seringkali luput dari perhatian adalah kesehatan reproduksi," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (15/3).

 Melalui kampanye #SehatTanpaCobaan, Halodoc hadir untuk memudahkan masyarakat menjaga kesehatan secara proaktif.

Seperti vaksinasi HPV di rumah oleh tenaga medis bersertifikat, konsultasi dokter 24 jam, pemesanan obat 100 persen asli, hingga kemudahan vitamin booster sehingga kesehatan tetap terjaga tanpa ribet selama Ramadan.

Halodoc melihat adanya tren peningkatan konsultasi tentang haid tidak lancar sebesar 16 persen selama bulan Ramadan.

Mitra dokter spesialis Halodoc, dr. Gracia Merryane Rauw mengatakan, Di Indonesia, prevalensi wanita yang mengalami gejala haid tidak nyaman atau nyeri saat menstruasi diperkirakan berkisar antara 60-75 persen, terutama di kalangan wanita muda.

Baca juga : Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah

"Sebagian besar kasus ini adalah dismenore primer, yaitu nyeri haid yang disebabkan oleh perubahan hormon dan kontraksi rahim yang kuat saat menstruasi," katanya.

Adsense

Lebih lanjut dr. Gracia memberikan tips untuk mengelola gejala Premenstrual Syndrome (PMS) saat Ramadan.

“Menjalani Ramadan dengan nyaman tetap bisa dilakukan meskipun sedang mengalami gejala PMS. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi, dan hindari makanan asin serta manis berlebihan. Lakukan olahraga ringan dan kelola stres dengan baik agar tubuh tetap bugar. Namun, jika keadaan tidak membaik atau gejala semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat," jelas Gracia.

Selain itu, tren konsultasi mengenai kontrasepsi meningkat 48 persen dalam satu minggu setelah Lebaran.

Menurut Gracia, tren ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga yang matang.

Baca juga : Gelar Plant Tour, MCCI Edukasikan Masyarakat Pemahaman Industri Kimia

Kata dia, oerencanaan keluarga yang baik dimulai dengan memilih metode kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Untuk itu, pertimbangkan rencana kehamilan, kondisi kesehatan, serta efektivitas dan efek samping dari metode yang dipilih. Pastikan juga kenyamanan dalam penggunaannya.

"Untuk mendapatkan solusi terbaik, konsultasikan dengan dokter, agar metode yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda," katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense