BREAKING NEWS
 

Etana Dukung Inovasi Pengobatan Penyakit Ginjal Di Indonesia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 15 Maret 2025 18:48 WIB
Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menegaskan komitmennya dalam mendukung inovasi pengobatan penyakit ginjal di Indonesia. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menegaskan komitmennya dalam mendukung inovasi pengobatan penyakit ginjal di Indonesia.

Sebagai perusahaan bioteknologi, Etana berperan aktif dalam menyediakan obat-obatan yang berkualitas dan terjangkau untuk para pasien, terutama pasien ginjal di Indonesia.

Business Development Therapeutic Director Etana Randy Stevian menjelaskan, perusahaannya fokus pada pemanfaatan obat Erythropoietin Alfa. Randy menilai, Erythropoietin Alfa merupakan obat berkualitas yang banyak digunakan untuk pasien cuci darah.

"Saat ini Etana telah memproduksi lokal Erythropoietin Alfa yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Ke depan kami akan menghadirkan lebih banyak produk yang berkaitan dengan kesehatan ginjal, yang diproduksi secara lokal," kata Randy melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (14/3/25).

Baca juga : Komdigi Dukung Penuh Penegakan Hukum Proyek PDNS

Etana juga tengah mengembangkan obat generasi terbaru, yaitu long-acting Erythropoietin. Randy menjelaskan penggunaannya hanya perlu disuntikkan sekali dalam satu atau dua minggu. "Sehingga lebih nyaman bagi pasien," ujar Randy.

Untuk meningkatkan akses pengobatan bagi pasien ginjal, lanjut Randy, Etana bekerjasama dengan Pemerintah menyediakan obat-obatan dalam e-katalog. Sehingga dapat diakses oleh pasien BPJS melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Adsense

Etana juga menjalin kemitraan dengan organisasi kesehatan dan komunitas pasien. Randy lantas mencontohkan seperti Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) untuk mengedukasi dan mendukung pasien dalam mendapatkan akses pengobatan yang lebih baik.

"Etana bersama KPCDI kita rutin bekerja sama mengedukasi pasien ginjal. Jadi harapannya itu jadi strategi kita memperkuat portofolio obat-obat yang diperlukan pasien ginjal," jelas Randy.

Baca juga : Beckham Mau Ngumpulin Para Legenda Argentina Di Inter Miami

Ketua KPCDI, Tony Samosir mengungkapkan tantangan terbesar pasien gagal ginjal di Indonesia. Kata Tony, tantangan pasien ginjal bukan hanya pengobatan, tetapi juga akses terhadap obat-obatan esensial.

Menurutnya, masih banyak pasien yang kesulitan mendapatkan obat seperti Erythropoietin dan suplemen kalsium fosfat yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup mereka.

"Karena itu, kolaborasi dengan industri seperti Etana sangat penting untuk meningkatkan ketersediaan obat-obatan ini. Bersama Etana, KPCDI juga sering mengadakan kegiatan dalam bentuk edukasi kesehatan, bagaimana promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif juga kami bahas di sana," ujar Tony.

Tony berharap Pemerintah lebih serius dalam meningkatkan aksesibilitas obat dan pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal.

Baca juga : Iperindo Dukung Transportasi Laut, Majukan Perekonomian Nasional

"Harapannya pemerintah harus membuat kebijakan yang memang berpihak kepada pasien demi kualitas hidup dan pelayanan kesehatan yang lebih baik," tutup Tony.

Etana berencana memperluas portofolio pengobatan untuk mendukung pasien ginjal sekaligus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat luas. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Etana berkomitmen untuk terus mendukung inovasi pengobatan penyakit ginjal di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense