RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan ketersediaan energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik, aman selama libur Lebaran.
Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah program promo dan diskon menjelang periode libur Lebaran 2025 untuk pembelian BBM hingga LPG (Liquefied Petroleum Gas). Sebagian besar program tersebut akan dipusatkan melalui aplikasi My Pertamina, untuk promosi pembelian BBM, LPG, loyalty dan lain-lain.
“Ada program-program potongan harga BBM juga. Di situ ada I Like Monday, pada hari Senin ada potongan harga BBM Rp 300. Lalu Thanks God It’s Fuel Day, ini biasanya Jumat,” beber Ega dalam Konferensi Pers Kesiapan dan Keandalan Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Tak hanya itu, pihaknya menyelenggarakan promo untuk pembelian produk pelumas dan produk Bright Store.
Serta terdapat kolaborasi MyPertamina dengan berbagai executive lounge, promo Pesawat Pelita Air dan Patra Jasa Hotel.
Saat ini pihaknya juga turut memberikan dukungan potongan harga tiket pesawat.
“Dukungan kami pada penurunan harga tiket pesawat dalam bentuk potongan harga avtur di 37 bandara,” jelas Ega.
Di samping itu, terdapat layanan tambahan di Serambi MyPertamina. Pelanggan bisa menukarkan poin untuk mendapatkan desain spesial Buttonscarves x MyPertamina.
Baca juga : RI Kebut Daya Saing Industri Padat Karya
Ega memastikan, tingginya antusiasme masyarakat mudik Lebaran menjadi fokus perseroan.
Karena itu pihaknya akan menyiapkan 200 layanan motoris BBM untuk mendukung kelancaran arus mudik masyarakat.
“Lewat layanan motoris BBM ini, kami menyediakannya dalam bentuk kemasan,” terang Ega.
Dengan begitu, lanjut Ega, masyarakat yang mengalami kendala pasokan BBM karena kemacetan dapat tetap terlayani dengan baik.
“Kami akan jemput bola, dengan menelepon ke Call Center 135, masyarakat bisa menyampaikan posisinya di mana. Nanti dari Call Center akan mengarahkan motoris terdekat. Layanannya kami antar ke lokasi konsumen,” bebernya.
Ega menjelaskan, untuk layanan motoris BBM, jenis BBM yang dijual adalah BBM non-subsidi, yakni Pertamax dan Dex Series.
Selain layanan BBM motoris, perseroan menyediakan 211 mobil tangki yang disiagakan di wilayah yang rawan terjadi kemacetan.
“Ini untuk antisipasi bila ada yang mendesak,” sambungnya.
Baca juga : Pola Pencairan Akan Diubah, Bansos KJP Sering Ngaret
Dia menambahkan, pihaknya menyediakan SPBU mini yang bersifat temporer, khususnya Rest Area Tipe B dan penambahan layanan modular di SPBU pada Rest Area Tipe A.
Secara keseluruhan, selama masa mudik Lebaran, Pertamina memiliki 7.746 SPBU.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 SPBU beroperasi 24 jam,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto memproyeksi beban penggunaan listrik saat Lebaran 2025 akan turun 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
“Ini karena banyak kantor-kantor, pabrik, industri tutup merayakan Idul Fitri,” ucap Adi.
Adi menuturkan, proyeksi kebutuhan pembangkit saat Idul Fitri sekitar 45 gigawatt (GW). Namun, pihaknya akan menyiagakan pembangkit dengan kapasitas 67 GW untuk seluruh Indonesia.
“Kami masih punya cadangan yang sangat cukup, yaitu 22 gigawatt atau sekitar 49 persen rata-rata seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menurut Adi, untuk PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang memerlukan batu bara sebagai energi primer, perseroan juga telah menyiapkan pasokan untuk 22 hari operasi.
Baca juga : Inggris Vs Albania, Ujian Perdana Tuchel Bersama Si Tiga Singa
Sedangkan untuk PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) disiapkan 30 hari operasi. Lalu untuk daerah terpencil yang masih menggunakan BBM, perseroan menyiapkan kebutuhan sebanyak 20 hari operasi.
Adi memastikan, pemeliharaan pembangkit sudah dilakukan sejak satu bulan lalu. Sehingga saat Idul Fitri sudah tidak ada pemeliharaan pembangkit.
Siaga Idul Fitri ini mulai 17 Maret sampai 11 April, sehingga pada masa itu sama sekali tidak boleh ada pemeliharaan yang rutin.
“Kecuali pada saat-saat darurat, kami harus siap untuk bisa perbaikan,” kata Adi.
Adi menambahkan, untuk kesiapan distribusi listrik dengan tantangan cuaca ekstrem, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait. Seperti BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).
“Ini dilakukan agar jaringan tetap dapat menyalurkan distribusi listrik dengan lancar,” pungkas Adi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.