RM.id Rakyat Merdeka - Meski nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi, fundamental perekonomian Indonesia masih kuat. Hal ini ditopang oleh berbagai indikator utama yang menunjukkan tren positif, seperti pertumbuhan ekspor, peningkatan cadangan devisa dan surplus neraca perdagangan.
Selain itu, Pemerintah juga telah menerapkan aturan terbaru terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) guna meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
“Jangka menengah dan panjang, capaian ekspor, cadangan devisa, hingga neraca perdagangan terus tumbuh positif dan menguat,” ujar Menteri Koordinator
(Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis Kemenko Perekonomian, dikutip Kamis (27/3/2025).
Menurut eks Ketua Umum Partai Golkar itu, kebijakan ini akan semakin memperkuat posisi rupiah dalam jangka panjang.
Baca juga : Top, WFA Manjur Dorong Warga Mudik Lebih Awal
Dengan berbagai kebijakan yang telah diterapkan, Airlangga optimistis stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski ada dinamika di pasar keuangan global.
Meski tidak mengalami lonjakan seperti tahun sebelumnya, perputaran uang selama Lebaran 2025 diperkirakan stabil berkat berbagai insentif dan bantuan sosial yang telah disalurkan.
“Perputaran uang saat Lebaran tidak akan menurun drastis karena berbagai program dan bantuan sosial sudah berjalan,” yakin eks anggota DPR ini.
Kendati begitu, Airlangga mengakui perputaran uang tahun ini tidak akan melonjak signifikan seperti tahun lalu. Hal ini dikarenakan faktor Pemilu yang sebelumnya turut mendorong aktivitas ekonomi secara masif.
Baca juga : 57 Persen Warga Lansia Belum Menerima Bansos
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan. Antara lain diskon transportasi, pemberian bonus bagi pengemudi dan kurir online, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri.
Selain itu, Pemerintah juga menetapkan penurunan harga tiket pesawat berlaku selama 15 hari untuk penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025, dengan periode pembelian tiket 1 Maret hingga 7 April 2025.
Besaran penurunan adalah 13-14 persen. Ini sudah termasuk penurunan biaya avtur, pemangkasan ongkos biaya bandara dan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Tidak hanya diskon tiket pesawat, Pemerintah juga mendorong pemberian diskon tiket kereta api hingga feri dan bus Damri. Selain itu, Pemerintah men dorong operator sejumlah jalan tol untuk memberikan diskon tarif.
Baca juga : Digoda Justin Hubner
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang memperkirakan, perputaran uang selama libur Lebaran 2025 mencapai Rp 137 triliun. Lebih rendah dibandingkan Lebaran tahun lalu sebesar Rp 157,3 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.